Puluhan Pengemudi Bentor Galang Dana Untuk Bertahan Hidup

Yovie Wicaksono - 13 February 2018
Aksi sejumlah pengemudi Bentor di Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Keputusan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan kepolisian setempat yang melarang keberadaan Becak Motor (Bentor) melintas di Kecamatan Kota, membuat puluhan pengemudi Bentor menggelar aksi damai penggalangan dana. Aksi itu untuk mengetuk hati para pengguna jalan atas nasib pengemudi Bentor yang tidak bisa menafkahi keluarganya. Para pengemudi Bentor juga berencana melakukan pengaduan ke DPR RI.

“Kita dari 2008 sudah narik bentor ini, jika ini langsung dilarang tanpa ada solusi, kita mau makan apa, sedangkan pekerjaan baru kan butuh modal dan waktu, apalagi usia para pengemudi bentor sudah tidak muda lagi,” kata Sunarso, Pengayom Paguyuban Bentor Ponorogo, Senin (12/2/2018).

Para pengemudi bentor yang memang secara usia sudah tidak muda lagi, sulit menerima keputusan larangan bentor melintas di Kecamatan Kota, karena memang sudah menjadi pekerjaan utama mereka. Aksi damai yang Sunarso lakukan bersama pengemudi Bentor lainnya, akan dilakuan selama lima hari kedepan di lima titik di Ponorogo.

Sunarso menjelaskan, bahwa hanya di Ponorogo saja bentor dilarang beroperasi, sedangkan di kabupaten lain banyak yang ditata rapi dan diberi izin beroperasi meskipun di kota.

“Di kota lain, hanya beberapa jalan protokol saja yang tidak diperbolehkan. Selebihnya masih boleh,” ujarnya.

Sementara itu, Aiptu Rudi Kristiawan akan melakukan pendataan becak kayuh dan memberikan sosialisasi untuk tetap menjaga ketertiban lalu lintas.

“Mereka ini adalah contoh dari pebecak yang tertib berlalu lintas, untuk itu kita data agar semakin banyak dari para pebentor beralih kembali ke becak kayuh,” ujar Rudi saat ditemui di Paseban Alun-Alun Ponorogo.

Rudi menjelaskan, dengan dilakukan pendataan seperti ini, para pengemudi becak kayuh nanti akan dibuatkan paguyuban dan organisasi yang bisa menaungi nasib para pebecak kayuh. Sehingga jika nanti ada sosialisasi tetang tertib berlalu lintas maupun progam dari pemerintah terkait pemberian bantuan, hal ini akan mempermudah dalam penyalurannya.

“Saat ini sudah ada lebih dari 200 becak kayuh yang terdata, targetnya jika para pengemudi bentor beralih ke becak kayuh bisa sampai 600-an becak kayuh,” jelasnya.

Salah satu pengemudi bentor, Sogol (55 tahun) yang beralih ke becak kayuh, mengaku memilih becak kayuh agar dapat tetap bekerja mencari rejeki dan tidak dilarang beroperasi.

“Kebetulan dulu saya memang dari becak kayuh, bentor saya akan saya ubah kembali ke motor lagi, meski usia tidak lagi muda, tapi karena hanya ini yang saya bisa,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.