Pujian Ketua Majelis Vietnam untuk Indonesia

Yovie Wicaksono - 14 September 2018
Foto : (Istimewa)

SR, Hanoi – Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan memuji Indonesia atas prestasinya di berbagai bidang di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah salah satunya.

“Saya mengucapkan selamat kepada Indonesia yang telah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB masa bakti 2019-2020 dan kepemimpinan Indonesia di kawasan,” kata Ketua Majelis Nasional Vietnam, Nguyen Thi Kim Ngan ketika bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (14/9/2018).

Atas nama pemerintah Vietnam, ia juga mengucapkan rasa bela sungkawanya terhadap bencana gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

“Turut berduka atas semua kerugian yang terjadi di Lombok akibat gempa bumi. Kami berbagi rasa dengan penduduk Indonesia,” kata Nguyen Thi Kim Ngan.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan tiga isu terkait hubungan kedua negara. Pertama, ia menyambut baik kerja sama antarparlemen Indonesia-Vietnam. Menurutnya, hal ini perlu terus ditingkatkan termasuk melalui saling kunjung dan kerja sama erat di forum antarparlemen kawasan dan internasional.

“Kerja sama antar parlemen yang baik akan memperkaya hubungan Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam. Saya harap kerja sama parlemen juga dapat mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi di kawasan,” kata Jokowi.

Isu kedua yaitu penguatan hubungan kemitraan strategis yang perlu terus diperkuat. Salah satunya, Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam periode 2019-2023.

Jokowi mengatakan, rencana aksi memperluas bidang kerja sama kemitraan Indonesia-Vietnam seperti inovasi industrial dan intellectual property, ekonomi kreatif, ekonomi digital, serta pengembangan sumber daya manusia dalam rangka menghadapai Revolusi Industri 4.0.

“Keberhasilan implementasi rencana aksi akan bantu kita hadapi ekonomi global yang terus tidak menentu. Untuk itu saya harap dukungan dari Yang Mulia dan parlemen Vietnam,” katanya.

Isu ketiga adalah kerja sama sosial budaya. Menurut mantan Walikota Solo ini, kerja sama people-to-people akan mempererat hubungan masyarakat secara nyata.

“Untuk itu Indonesia-Vietnam perlu tingkatkan konektivitas kedua negara,” katanya.

Dalam bidang ini, Jokowi juga menyambut baik implementasi dari kerja sama sister city/sister province seperti pembentukan Ba Ria Vung Tau Trade Center di Kota Padang. Selain itu juga pertemuan bisnis antar pengusaha dari Kota Ba Ria, Vung Tau dan Padang, Sumatera Barat, dan kerja sama dalam penataan ruang kota, ruang terbuka hijau, konservasi situs bersejarah, dan manajemen kota satelit.

“Kerja sama seperti ini juga akan meningkatkan interaksi antar masyarakat kedua negara,” kata Jokowi.

Kepala Negara juga tak lupa menyampaikan ucapan selamat atas peringatan ke-73 Hari Nasional Vietnam pada tanggal 2 September 2018. Ia pun mendoakan agar perdamaian dan kemakmuran senantiasa menyertai rakyat Vietnam.

“Indonesia dan Vietnam merupakan satu keluarga besar ASEAN. Persahabatan antara kedua negara terjalin sejak masa Presiden Soekarno dan Presiden Ho Chi Minh,” kata Jokowi. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.