Puan Maharani Bahas Masalah Pernikahan Dini dengan Princess Mabel of Oranje

Petrus - 8 March 2018
Puan Maharani menerima kunjungan, Nassau of The Kingdom of The Netherlands di kantor Kemenko PMK, Jakarta (foto : Istimewa)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan, bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi pernikahan dini dan menurunkan angka Kematian Ibu dan Anak (KIA). Untuk itu, pemerintah sangat memberikan perhatian pada sektor pendidikan, karena dapat berpengaruh besar terhadap pengurangan pernikahan dini.

Hal tersebut dikatakan Puan Maharani, saat menerima kunjungan Nassau of The Kingdom of The Netherlands, di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (8/3/2018). Pertemuan ini membahas tentang pencegahan pernikahan usia dini, dan program-program yang telah dijalankan pemerintah Indonesia.

“Kita memberikan program KIP sebanyak 19,7 juta kepada siswa mulai SD, SMP dan SMA. Selain itu juga ada Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat yang dilaksanakan mulai bulan Januari tahun ini,” kata Puan.

Pemerintah juga memberikan perhatian lebih kepada pelayanan kesehatan. Tujuannya agar para perempuan memahami tentang kesehatan reproduksi, dan anak memahami bahwa secara mental dan reproduksi pernikahan dini itu tidak baik.

Puan mengatakan, pemerintah terus memberikan sosialisasi dan edukasi melalui kementerian yang ada. Seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan memasukkan kesehatan reproduksi dalam kurikulum, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menekankan pada kegiatan olahraga ataupun kegiatan di luar kelas, sedangkan Kementerian Agama memberikan edukasi bahwa menikah di usia terlalu muda itu tidak baik.

Terkait dengan pertemuan dengan Princess Mabel kali ini, Puan mengatakan bahwa Princess Mabel sangat mendukung Indonesia dengan berbagai macam programnya untuk mengurangi pernikahan dini. Menurutnya, Princess Mabel berharap di masa kini dan mendatang Indonesia bisa menurunkan angka penikahan dini yang ada.

“Indonesia peringkatnya masih cukup besar. Namun apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia sangat diapresiasi oleh Princess Mabel. Beliau yang juga merupakan direktur Girls Not Brides mendukung semua program yang ada di Indonesia. Mereka berharap program nasional yang ada dapat terus dilakukan,” ujar Puan.

Menurut Princess Mabel, pernikahan dini merupakan masalah yang dihadapi banyak negara. Ia pun mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia karena semua program yang ada sudah terintegrasi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.