Promosi Pariwisata Banyuwangi ke Amerika Serikat

Yovie Wicaksono - 9 July 2018
Tari Gandrung. Foto : (Istimewa)

SR, Banyuwangi  – Delegasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkenalkan potensi pariwisata daerah ke Amerika Serikat yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Delegasi Pemkab Banyuwangi yang dipimpin Bupati Abdullah Azwar Anas, bertemu dengan pelaku pariwisata AS yang dipimpin Presiden Biro Perjalanan Wisata AS Wilayah Midwest Jesse Guerra. Jesse Guerra yang mengkoordinasi pelaku wisata di sejumlah negara bagian di AS, seperti Ohio, Michigan, Kansas, Minnesota, Indiana, Wisconsin, Iowa, Missouri, dan Illinois.

“Beragam objek wisata di Banyuwangi dipresentasikan ke jejaring pelaku usaha pariwisata AS. Tentu ini peluang bagus, kami berterima kasih ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri, yang terus bekerja mendukung promosi wisata daerah-daerah di Tanah Air,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas dalam pernyataan yang diterima Antara di Banyuwangi, Minggu (8/7/2018).

Dalam pertemuan yang dihadiri Konsul Jenderal RI Rosmalawati Chalid itu, dipresentasikan beragam objek wisata Banyuwangi, seperti Kawah Ijen yang mempunyai fenomena alam api biru (blue flame), G-Land yang merupakan salah satu pantai dengan ombak terbaik di dunia untuk selancar, Pulau Tabuhan untuk selancar layang dan angin, dan sejumlah resor unggulan.

“Kami tampilkan pula durian merah dan kopi Banyuwangi. Ternyata orang AS kagum dengan durian merah, penasaran ingin mencoba, banyak yang langsung cari informasi via smartphone-nya,” ujar Anas.

Selain itu, ada aksi sejumlah penari gandrung yang diboyong Kementerian Luar Negeri dari Banyuwangi.

Anas optimistis, ke depan semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Banyuwangi. Apalagi, akses transportasi udara ke Banyuwangi kini semakin mudah.

“Sekarang di Rusia yang sedang ada Piala Dunia, bus-bus kotanya bergambar Kawah Ijen dan Tari Gandrung. Orang dari berbagai negara yang mengikuti Piala Dunia melihat promosi itu. Lalu sekarang promosi di AS. Semua didukung pemerintah pusat, tidak pakai APBD. Ini semua kami harapkan mendongkrak kunjungan turis ke Banyuwangi,” kata Anas.

Anas menambahkan, untuk memudahkan wisatawan AS yang belum banyak mengenal Banyuwangi, digambarkan lokasi Banyuwangi yang berdekatan dengan Pulau Bali. Bali menjadi pintu masuk untuk memasarkan wisata Banyuwangi ke AS.

“Kedekatan dengan Bali adalah keunggulan. Itu kami manfaatkan sebagai strategi pemasaran. Target kami memang menggaet 7 persen wisatawan mancanegara (wisman) di Bali untuk datang pula ke Banyuwangi. Setahun ada sekitar 4 juta wisman ke Bali, kalau 7 persennya saja, berarti 280.000 wisman ke Banyuwangi. Kami targetkan itu tercapai 2021, posisi kini 100.000 wisman per tahun ke Banyuwangi. Tentu ada pula yang ke Banyuwangi tanpa lewat Bali,” ujarnya. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.