Program Indonesia Sehat Kemenkes Meningkat Dalam 4 Tahun

Yovie Wicaksono - 11 January 2019
Ilustrasi. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Tanggung jawab pemerintah di bidang kesehatan yang telah dilakukan melalui Program Indonesia Sehat yang mencakup Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional semakin meningkat dalam 4 tahun terakhir. Hal itu terlihat dari statistik yang dimiliki Kementerian Kesehatan mulai dari kondisi sehat masyarakat, keberadaan fasilitas kesehatan, dan kepesertaan JKN.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, terkait kondisi kesehatan masyarakat, misalnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) merupakan salah satu Indikator Kerja Utama (IKU).

Dari tahun 2015, cakupan terus meningkat dari 78,43% menjadi 80,61%. Di tahun 2017, sampai dengan Desember menjadi 83,67%. Kemudian per November 2018, menjadi 73,50% ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan bersalin di Fasyankes.

“Dengan demikian, sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk melakukan persalinan di fasyankes dan ditolong oleh tenaga kesehatan,” kata Nila, Jumat (11/1/2019).

Ia mengatakan, peningkatan kondisi kesehatan masyarakat juga terlihat dari capaian kesehatan lingkungan tahun 2015 hingga 2018. Peningkatan itu terlihat mulai dari jumlah desa yang sudah melakukan STOP Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) dari 4.557 desa di tahun 2015 menjadi 17.751 desa pada 31 Desember 2018 atau meningkat sebanyak 13.194 desa. Hal ini juga disertai 48.945.030 Kepala Keluarga (74,55%) telah memiliki akses sanitasi atau melakukan Buang Air Besar di jamban sampai dengan akhir tahun 2018.

Untuk memastikan perlindungan terhadap generasi bangsa, hingga tahun 2018 Pemerintah juga telah memberikan imunisasi lengkap sebanyak 3.990.317 (92,04%), 70.000.000 atau di bawah 15 tahun agar terhindar dari Polio dan 35.307.148 anak di Pulau Jawa terlindungi dari Rubella dan Campak.

“Sebagai wujud peran pemerintah hadir di masyarakat Indonesia yang hidup di daerah tertinggal dan perbatasan, Kemenkes juga telah melakukan upaya afirmatif dengan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus afirmasi bidang kesehatan tahun 2018. Sehingga Pemerintah Daerah dapat membangun Puskesmas di daerah tertinggal dan perbatasan,” kata Nila.

Dalam kaitan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sudah disebarkan 92.249.046 kartu Indonesia Sehat kepada penduduk miskin yang menerima bantuan iuran dari total 207,8 juta jiwa penduduk yang telah menjadi peserta JKN.

Peningkatan total peserta JKN tersebut juga diiringi dengan perkembangan fasilitas kesehatan yang bekerja sama baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) dengan BPJS Kesehatan tahun 2015-2018.

JKN telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat, dapat dilihat dari trend total pemanfaatan JKN/KIS yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Segala upaya yang dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dimulai dari pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, penguatan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta usaha promotif dan preventif ditujukan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” kata Nila.

Di tahun terakhir pelaksanaan rencana strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019, tambah Menkes Nila, Kemenkes berkomitmen untuk mencapai pembangunan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia.

“Kementerian Kesehatan akan terus berkomitmen untuk mencapai pembangunan kesehatan dalam mewujudkan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Tujuannya agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis,” kata Nila. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.