Produksi Telur Ayam Merosot, Regulasi Pemerintah Disoal

Yovie Wicaksono - 9 July 2018
Suasana Peternak Ayam Petelur di Kota Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Peternak ayam petelur di kota Kediri dalam beberapa hari terakhir, mengeluhkan hasil produksi telur yang terus merosot. Turunnya hasil produksi telur, tak lepas dari sejumlah faktor. Diantaranya, cuaca ekstrem yang terjadi seperti sekarang ini. Cuaca dingin membuat daya tahan ayam petelur melemah sehingga angka kematian relevan cukup tinggi.

Yosi, salah satu peternak ayam petelur mengatakan, sejak dua hari terakhir ini ayam petelur miliknya mendadak mati. “Setiap harinya bisa dua ekor yang mati mas. Ini sudah berlangsung dua hari ini. ” ujarnya.

Salah satu penyebab ayam milik peternak mati, diduga disebabkan oleh regulasi dari pemerintah pusat mengenai larangan penggunaan AGP (Antibiotik Growth Promoter). Akibatnya, sistem kekebalan tubuh peternak agak berkurang dan gampang terserang penyakit.

Tidak hanya permasalahan mengenai ancaman kematian. Peternak ayam petelur seperti Yosi, juga dipusingkan dengan naiknya harga pakan ternak.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ali Mansyur mengatakan, kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah kebijakan jangka panjang. Ia menyarankan kepada peternak untuk menggunakan herbal, seperti penambahan temulawak dan kunyit.

“Daun pepaya bisa ditambahkan sebagai bahan konsumsi pakan. Tujuannya, biar daya tahan ayam meningkat,” ujar Ali, Senin (9/7/2018).

Ali Mansyur menegaskan, dilarangnya pemberian AGP pada hewan ternak, untuk melindungi kesehatan konsumen apabila mengkonsumsi daging mau pun telur dalam jangka waktu panjang. Sebelumnya, pelarangan penggunaan AGP efektif diberlakukan 1 Januari 2018.

Data dari Dinas Peternakan Kota Kediri mencatat saat ini ada sekitar 4 populasi peternak ayam petelur. Jumlah kisaran ayam petelur saat ini berjumlah kurang lebih 10 ribu ekor. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah ayam petelur saat ini mengalami penurunan. “Tahun kemarin, ada sekitar 16 ribu, total sekarang ada 10 ribuan,” pungkas Ali. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.