Presiden Tegaskan Semua WNI di Malaysia Harus Punya Paspor

Petrus - 24 November 2017
Presiden Joko Widodo berbincang dengan salah seorang WNI di Malaysia, saat berkunjung di Kuching Sarawak, Malaysia (foto : Istimewa)

SR, Malaysia – Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di Malaysia untuk memiliki paspor. Jika ada yang belum memiliki, ia meminta untuk segera mengurusnya ke KBRI atau Konsulat Jenderal RI.

“Semuanya harus pegang paspor, yang belum pegang paspor segera urus di Konjen,” kata Presiden Joko Widodo, saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di Sarawak, Kuching Sarawak, Malaysia, Kamis (23/11/2017).

Jokowi pun berjanji dalam proses pengurusan paspor tidak ada pungutan lain selain harga resmi dan pelayanan yang cepat, di KBRI maupun di Konsulat Jenderal RI. Bahkan, dirinya telah memerintahkan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia dan juga Konsul Jenderal RI Kucing, Johar Gultom untuk memberikan kemudahan dalam proses pengurusan paspor.

“Semua yang berurusan dengan paspor dipercepat, tidak ada pungutan lain selain harga yang resmi,” kata Jokowi.

Jokowi mengaskan agar jangan sampai ada warga negara Indonesia yang tidak memiliki paspor, karena dalam proses pengurusan paspor dipersulit.

“Saya tidak mau rakyat kita tidak pegang paspor gara-gara ada yang ‘mainin’ masalah paspor,” katanya.

Selain paspor, Presiden juga mengingatkan agar anak-anak Indonesia yang lahir memiliki akte kelahiran.

“Anak-anak yang lahir semuanya diurus akta kelahirannya di konjen, agar nanti kalo sudah dewasa ada pegangan hukumnya,” ujar Jokowi.

Sementara itu, untuk yang belum memiliki akte kelahiran, ia minta agar diurus di Konsulat Jenderal RI.

“Jangan sampai anak-anak kita tidak memiliki akte kelahiran, karena anak-anak kita semuanya harus sekolah,” ujar Jokowi.

Ia juga mengingatkan agar anak-anak yang berada di Sarawak untuk bersekolah. Dalam konsultasi tahunan ke-12 yang baru saja diikutinya, Jokowi telah meminta ke PM Najib untuk membangun sekolah. Tahun ini telah dibangun 19 Community Learning Center (CLC) tempat sekolah.

“Target sampai Juli 2018 adalah 50 CLC sekolah. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Masa depan Indonesia ada di anak-anak kita,” ujar Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.