Presiden Tegaskan 2019 Pemerintah Fokus Pada Pembangunan SDM

Yovie Wicaksono - 13 February 2018
Presiden Joko Widodo bersama seluruh jajaran di kabinet kerja melakukan sidang kabinet kerja membahas Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019 di Istana Negara (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada para menteri di Kabinet Kerja untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Dikatakan, pada tahun 2019 mendatang semua kementerian harus mulai merancang pembangunan SDM tersebut.

“Tahapan kedua setelah pembangunan infrastruktur di kerja besar kita adalah pembangunan sumber daya manusia. Kementerian-kementerian harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan sumber daya manusia,” kata Presiden Jokowi, di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Terkait momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dari sebelumnya yakni 5,06 persen pada triwulan ketiga 2017 menjadi 5,19 persen di triwulan keempat, Jokowi berharap agar kinerja dan momentum ini dapat terus dipertahankan.

Ia juga berharap agar konsumsi rumah tangga semakin membaik, seiring dengan implementasi program padat karya tunai yang telah digulirkan di sejumlah daerah.

“Untuk hal ini, saya telah melihat kemarin di beberapa titik oleh kementerian PU, satu titik oleh kementerian Desa, dan saya belum lihat kementerian lain. Program padat karya dari kementerian yang lain agar disampaikan untuk bisa dilihat,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi agar dapat lebih meningkat, yaitu dengan meningkatkan investasi dan ekspor. Untuk itu, jajaran pemerintah diminta untuk tetap berupaya memperbaiki iklim kemudahan berusaha dan investasi dari pusat hingga ke daerah.

“Kita sedang adu kecepatan dengan negara lain yang juga melakukan langkah-langkah yang hampir sama seperti kita. Kalau kita terlambat, kita tertinggal dan investasi akan beralih ke negara-negara lain yang menawarkan iklim yang lebih baik. Padahal kita butuh tambahan lapangan pekerjaan yang baru untuk mengatasi pengangguran,” kata Jokowi.

Selain itu, ekspor juga memiliki kontribusi 20,37 persen dari PDB. Oleh karenanya, untuk meningkatkan ekspor, Kepala Negara menginstruksikan jajaran terkait untuk menghasilkan langkah-langkah terobosan. Salah satunya ialah dengan mempercepat penyelesaian hambatan-hambatan yang dialami oleh para eksportir.

“Kita juga harus mulai melibatkan pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar-pasar ekspor non-tradisional. Para duta besar, konjen, konsul, dan atase perdagangan juga harus memperkuat diplomasi ekonomi dan intelijen ekonomi kita, agar mereka menjadi ujung tombak promosi, ruang promosi, dan jeli melihat peluang ekspor,” kata Jokowi.

Jokowi juga kembali memperingatkan agar proyek-proyek strategis nasional yang belum selesai pada tahun 2017 lalu dapat diselesaikan dengan segera. Adapun untuk sejumlah proyek strategis nasional yang akan dimulai pada 2018 ini, ia meminta agar jajarannya dapat memberikan kepastian eksekusinya di lapangan.

“Untuk itu saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program-program atau proyek yang bisa dieksekusi dan mana yang memang tidak mungkin dilaksanakan. Ini harus diputuskan cepat,” kata Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.