Presiden Serahkan 2.568 Sertifikat Di Sorong

Petrus - 21 December 2017
Presiden Joko Widodo berbincang dengan salah seorang warga Sorong, Papua Barat, saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat (foto : Istimewa)

SR, Papua Barat – Target penerbitan lima juta sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat, hingga akhir tahun ini terus dikejar pemerintah. Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, Presiden Joko Widodo juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat.

Sebanyak 2.568 sertifikat diserahkan langsung oleh Kepala Negara kepada masyarakat di Gedung Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong. Di Papua Barat, ditargetkan 15 ribu sertifikat diserahkan kepada masyarakat Papua Barat pada tahun ini.

Diperkirakan ada 1.356.581 bidang tanah di Provinsi Papua Barat, namun yang disertifikatkan baru 190.638 bidang atau 14 persen.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi kembali menekankan pentingnya masyarakat untuk memiliki sertifikat hak atas tanah. Banyak keluhan yang masuk kepadanya mengenai sengketa tanah, oleh karena ketiadaan sertifikat ini.

“Setiap pergi ke daerah yang banyak terjadi adalah sengketa tanah antar individu dengan individu, masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah. Karena apa? Masyarakat belum pegang sertifikat,” ujar Jokowi, Rabu (20/12/2017).

Ia mengungkapkan, di seluruh Indonesia semestinya sudah diserahkan sebanyak 126 juta sertifikat kepada rakyat. Namun, hingga akhir tahun 2016 kemarin baru diserahkan sebanyak 46 juta sertifikat.

“Jadi masih banyak sekali yang belum memegang sertifikat ini,” imbuh Jokowi.

Untuk tahun depan, pemerintah sudah bersiap menyerahkan sekitar tujuh juta sertifikat kepada masyarakat. Target tersebut ditetapkan meningkat pada tahun setelahnya, hingga menjadi sembilan juta sertifikat.

Adapun bagi masyarakat yang telah menerima sertifikat hak atas tanah yang mereka miliki, Presiden berpesan agar mereka menjaga dengan baik sertifikat tersebut. Selain itu, ia juga meminta mereka untuk melakukan kalkulasi terlebih dahulu, bila ingin mengagunkan sertifikatnya di bank.

“Saya titip kalau ini mau dipakai untuk agunan ke bank, tolong dihitung dulu, dikalkulasi dulu, bisa mengembalikan tidak bunga dan angsurannya. Kalau tidak bisa jangan,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.