Presiden Resmikan JIIPE, Kawasan Terintegrasi untuk Tingkatkan Perekonomian di Jawa Timur

Petrus - 11 March 2018
Presiden Joko Widodo meresmikan JIIPE di Gresik (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Gresik – Presiden Joko Widodo meresmikan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Jumat (9/3/2018) lalu, di Gresik. Keberadaan JIIPE diyakini mendatangkan keuntungan bagi penciptaan iklim ekonomi yang kondusif, khususnya ekspor dan impor di Jawa Timur.

Presiden Jokowi mengatakan, JIIPE menjadi kawasan yang terintegrasi dengan memiliki pelabuhan dan kawasan industri, yang pengoperasian pelabuhannya merupakan kerjasama antara BUMN dan swasta. Upaya kerjasama ini dipercaya dapat semakin mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Kalau swasta mau bekerja sendiri, juga baik. Kalau dengan BUMN malah mempercepat,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga mengingatkan kondisi ekspor dan investasi Indonesia yang masih tertinggal dari negara lain, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Maka Kepala Negara meminta adanya pembenahan terhadap kelemahan dan kekurangan yang dimiliki, seperti masalah perizinan yang harus dipercepat. Izin yang dipercepat akan dapat mendatangkan investasi maupun membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Kalau izinnya lama, siapa yang mau investasi di sini,” ujar Jokowi.

Jokowi meminta industri besar untuk mengajak UKM maupun usaha di kampung-kampung untuk dapat bekerja sama.

“Inilah ekonomi Pancasila yang dikembangkan. Tidak ada ruginya menarik usaha kecil, untuk menumbuhkan ekonomi lokal,” kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, JIIPE merupakan model kawasan industri generasi ketiga yakni kawasan industri yang dilengkapi dengan infra dan suprastruktur yang handal, dan terintegrasi dengan pelabuhan, ramah lingkungan, inovatif menuju terwujudnya kota industri baru.

JIIPE hingga ini telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri seluas 1.760 Hektar, Kantor Pengelola yang dilengkapi sarana dan prasarana seperti pembangkit tenaga Listrik 23 MW, yang telah beroperasi sejak November 2017, Water Treatment Plant, Jaringan pipa gas yang saat ini terkoneksi dengan pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN), Sistem Telekomunikasi dengan Fiber Optik dan Internet Broadband, serta Pelabuhan, sehingga diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dan biaya produksi.

“JIIPE telah siap untuk menampung investasi dengan menyiapkan zona untuk Port Estate, Heavy Industry, Medium Industry, Light Industry, Commercial, Pelabuhan, dan Kawasan Pemukiman. Jadi industri tinggal masuk saja di JIIPE,” kata Airlangga Hartarto.

Penambahan dan peningkatan beberapa infrastruktur seperti pelebaran Jalan Daendels, penyambungan rel kereta api sepanjang 11 km dari Stasiun Duduk Sampeyan hingga masuk lokasi JIIPE, dan konekasi Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar dengan JIIPE, masih dibutuhkan untuk beroperasinya Kawasan Industri JIIPE.

Hingga kini ada 8 perusahaan yang berinvestasi, yaitu 2 perusahaan sudah beroperasi, 2 perusahaan dalam proses pembangunan pabrik, dan 4 lainnya akan mulai pembangunan. Melalui peresmian JIIPE ini diharapkan dapat menampung tenaga kerja hingga 500 ribu orang, serta dapat menimbulkan terjadinya multiplier effect pada 10 tahun mendatang.

JIIPE merupakan kawasan terintegrasi pertama di Indonesia dan terluas di Jawa Timur, dengan total luas lahan sekitar 3.000 Hektar. JIIPE menggunakan konsep penggabungan kawasan industri seluas 1.761 Hektar, kawasan pelabuhan seluas 400 Hektar, dan kawasan residential seluas 800 Hektar.

Pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri, menurut Gunernur Jawa Timur, Soekarwo, dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing produk industri.

“Tujuan akhirnya adalah dapat mendorong ekspor. JIIPE terintegrasi dari seluruh keperluan yang dibutuhkan pengguna jasa, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi biaya logistik,” kata Soekarwo.

Keberadaan JIIPE sebagai kawasan industri dan pelabuhan, dianggap sebagai sesautu yang ideal pada masa kini, karena mampu menekan ongkos produksi maupun distribusi barang. Perusahaan yang bergabung dalam JIIPE menjadi lebih kompetitif jika dibandingkan tempat lain.

Di Provinsi Jawa Timur saat ini telah memiliki tujuh kawasan industri dengan total luasan 4.819,5 Hektar, dan menjadi yang terluas keempat di Indonesia. Pada 2017, seluruh kawasan industri di Jawa Timur menumbuhkan industri pengolahan sebesar 26,63 persen dan berkontribusi terhadap industri pengolahan nasional sebesar 21,40 persen.

Pemprov Jawa Timur, kata Soekarwo, akan terus memberikan government guarantee kepada para investor, yakni berupa ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, kecukupan power plant, serta buruh yang terampil dan demokratis.

Government guarantee menjadi strategi Pemprov Jatim untuk meningkatkan investasi,” tandas Soekarwo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.