Presiden Resmikan Jalan Tol Pertama di Lampung

Petrus - 22 January 2018
Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (foto : Istimewa)

SR, Lampung – Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer, dan segmen Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kotabaru sepanjang 5,5 kilometer, di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan yang sangat mendasar untuk dapat bersaing dengan negara lain. Apalagi stok infrastruktur di tanah air masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain, baik ruas jalan, pelabuhan, bandara dan pembangkit listrik. Oleh karena itulah, Jokowi selalu memberi target pada penyelesaian proyek infrastruktur, seperti jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

“Saya ingin mendorong agar dari Bakauheni sampai Palembang bisa diselesaikan sebelum Asian Games berjalan,” katanya.

Menurut Jokowi, jalan tol adalah contoh dari infrastruktur yang dapat meningkatkan daya saing suatu produk, karena mempercepat proses pengiriman barang. Seandainya tidak ada jalan tol atau infrastruktur yang mendukung, bagaimana sebuah produk bisa diangkut dari satu tempat ke tempat lain.

“Kalau biaya transportasi mahal, logistik mahal, bagaimana produknya bisa murah? Transportasi bisa cepat artinya bisa lebih murah,” ujarnya.

Mengenai pembangunan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang berjarak 140,9 kilometer dan merupakan jalan tol pertama di Provinsi Lampung, Jokowi optimis jalan tol tersebut akan tuntas pada Juni 2018, meski masih ada persoalan yang harus segera diselesaikan seperti pembebasan lahan.

“Tadi saya tanya ke Gubernur, apa bisa selesai masalah pembebasan lahan, ‘Insya Allah bisa’ jawab Gubernur. Janji itu saya tulis. Nanti kalau enggak selesai pembebasan lahan, saya cek tanggungjawabnya ada di siapa, jelas,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah, serta BUMN yang telah bersinergi membangun jalan tol.

“Meskipun banyak sekali yang menyampaikan, hitung-hitungannya masih sangat kecil keuntungannya, IRR-nya masih kecil. Tapi saya sampaikan ini adalah kebutuhan yang tidak bisa kita tunda, kalau kita ingin menang dalam kompetisi, menang dalam persaingan dengan negara lain,” ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa pekerjaaan pembangunan jalan tol ini belum selesai, dan masih banyak bagian yang perlu disambungkan dan harus terus dibangun.

“Saya ingin semua menteri terus memantau perkembangan setiap harinya, sehingga kualitas yang ada betul-betul kualitas yang baik. Dan nanti bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.

Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan salah satu dari proyek strategis nasional yang dimulai tiga tahun yang lalu, dan merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun dengan biaya sebesar Rp. 16,8 Triliun.

“Satu demi satu kita selesaikan, tapi sebagian besar masih dalam proses konstruksi. Oleh sebab itu, ruas ini selesai langsung saya resmikan untuk memacu agar ruas yang lain juga segera dirampungkan,” tandas Kepala Negara.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.