Presiden Puji Partisipasi Aktif Babinsa dalam Pembangunan Desa

Petrus - 18 July 2018
Presiden Joko Widodo berbicara pada acara pengarahan kepada Babinsa, di Bandung (foto : Istimewa)
SR, Bandung – Presiden Joko Widodo mengapresiasi partisipasi Bintara Pembina Desa (Babinsa), yang turun langsung ke lingkungan masyarakat dan ikut membangun infrastruktur pedesaan. Menurutnya, hal itu harus dilakukan dan Babinsa bisa memberikan ide serta gagasan ke Kepala Desa.”Itu menjadi sebuah nilai yang lebih bagi Babinsa yang tadi memberikan pelatihan mengenai pertanian, ya memang itu yang kita perlukan. Ikut membangun infrastruktur di desa, itu yang sangat bagus. Mungkin ide-ide dan gagasan bisa dikomunikasikan ke kepala desa untuk membangun,” kata Jokowi di Bandung, Rabu (18/7/2018).

Saat acara pengarahan kepada Babinsa berlangsung, Jokowi sempat ditayangkan sebuah video yang memperlihatkan sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan Babinsa untuk membantu masyarakat, seperti salah satunya membangun jembatan untuk anak-anak sekolah.

Berbicara di hadapan 4.505 anggota Babinsa yang hadir, Jokowi juga menyinggung soal program dana desa yang dikucurkan tiap tahunnya. Pemerintah pusat hingga saat ini telah mengucurkan banyak dana yang semakin meningkat tiap tahunnya, untuk membangun desa-desa di seluruh Indonesia.

“Kita tahu sekarang ada yang namanya dana desa. Tahun 2015 telah kita kucurkan Rp. 20 triliun, 2016 kita kucurkan Rp. 47 triliun, 2017 kita kucurkan Rp. 60 triliun, 2018 kita kucurkan lagi Rp60 triliun. Artinya sampai sekarang yang kita gelontorkan dana desa ke daerah-daerah sudah Rp. 187 triliun. Jumlah yang sangat besar,” kata Jokowi.

Jokowi menilai Babinsa dapat mengambil peran untuk menyukseskan pembangunan desa melalui program dana desa tersebut. Babinsa, menurutnya, dapat bermusyawarah dan memberikan saran-saran bagi pihak desa mengenai pembangunan untuk kepentingan bersama.

“Ini kalau diajak musyawarah dalam lingkup desa, sampaikan hal-hal penting yang mungkin belum diakomodasi agar bisa dimasukkan untuk kemanfaatan rakyat. Membangun jembatan untuk anak-anak sekolah misalnya. Sangat ironis bahwa Rp. 187 triliun sudah kita gelontorkan ke desa tetapi masih ada jembatan seperti itu,” katanya.

Peran nyata anggota Babinsa dan TNI juga diakui oleh Jokowi sangat dibutuhkan dalam pembangunan nasional. Keterlibatan TNI bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memang telah dilakukan sebelumnya di sejumlah wilayah.

“Kementerian PU bersama TNI membangun bersama jalan-jalan di perbatasan dan di tempat sulit. Karena memang kemampuan TNI ada di situ. Situasi keamanan juga tidak memungkinkan kontraktor untuk membangun di daerah-daerah yang masih rawan. Nyatanya (bersama dengan TNI) kita juga bisa membangun jalan yang baik,” kata Jokowi.

Kepala Negara menegaskan, sejumlah pembangunan tersebut dibutuhkan oleh negara untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. Sebab, dalam beberapa hal, Indonesia masih harus mengakui ketertinggalan bila dibandingkan dengan negara lainnya.

“Kita ingin negara kita ada di depan, bukan di tengah, atau di belakang. Tapi ini butuh kerja keras. Pembangunan itu butuh stabilitas politik dan keamanan. Itu menjadi tugas kita semuanya,” ujarnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.