Presiden Pastikan Dampak Gempa Banjarnegara Ditangani Serius

Petrus - 25 April 2018
Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi bencana gempa di Banjarnegara (foto : Istimewa)

SR, Banjarnegara – Presiden Joko Widodo memastikan bahwa dampak gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara ditangani dengan serius, baik pemerintah pusat maupun daerah. Ia berharap dalam waktu dua minggu sampai satu bulan, semuanya dikerjakan oleh BNPB dan Kementerian PUPR.

“Ini langsung akan dikerjakan. Kita butuh waktu 2 minggu sampai 1 bulan untuk persiapan material, perencanaan, dan lain-lain. Dan kita harapkan dalam waktu 2 minggu sampai 1 bulan semuanya sudah dikerjakan oleh BNPB bekerja sama dengan Kementerian PUPR,” kata Presiden Joko Widodo, saat meninjau langsung penanganan dampak gempa yang terjadi di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (24/4/2018).

Jokowi mengatakan, untuk penanganan bangunan yang rusak berat dan rusak sedang akan ditangani oleh pemerintah pusat. Sementara untuk bangunan yang mengalami rusak ringan dikerjakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

Kabupaten Banjarnegara mengalami gempa bumi pada Rabu, 18 April 2018 lalu. Dalam laporan yang diterimanya, Jokowi mengatakan bahwa ada 2.125 masyarakat terdampak yang masih mengungsi.

Kemudian ada 465 unit rumah yang rusak, yang terdiri atas 144 rumah rusak berat, 125 rumah rusak sedang, dan 196 rumah rusak ringan. Selain itu ada 4 masjid, 2 musala, 1 bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 3 bangunan Sekolah Dasar (SD) yang mengalami rusak berat.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sewa rumah sebesar Rp. 500 ribu per bulan per rumah. Bantuan tersebut akan diberikan selama 6 bulan ke depan.

“Kemarin kita perkirakan rumah-rumah yang ada itu 6 bulan sudah selesai. Akan ada juga bantuan jatah hidup Rp. 10 ribu per jiwa per hari selama 3 bulan,” kata Jokowi.

Di lokasi pertama peninjauan, Jokowi memberikan santunan untuk korban meninggal dunia. Ada dua orang korban, yaitu Asep (13 tahun) dari Desa Kasinoman, dan Kasrih (100 tahun) dari Dusun Bakalan.

Selain memberikan santunan, Presiden juga bertemu dengan anak-anak korban gempa. Ia menyempatkan berdialog dan membagikan buku tulis untuk mereka.

“Anak-anak tetap belajar kan? Dengan Kak Seto belajar? Mau? Belajar apa? Main sulap? Terus apa lagi? Bernyanyi, iya terus apa lagi? Senam biar sehat, benar, terus? Matematika, berhitung juga? Pintar semua ini. Saya beri buku dibagi, tiga-tiga, empat-empat ya,” kata Jokowi.

Setelah itu Presiden pergi untuk meninjau lokasi kedua yaitu di Dusun Kasinoman, Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Bajarnegara. Di sini, Presiden menyempatkan untuk melihat rumah yang rusak akibat gempa.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.