Presiden Minta Proyek Strategis Nasional 2017 Segera Dirampungkan

Petrus - 18 April 2018
Presiden Joko Widodo memimpin Rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengevaluasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga awal tahun 2018. Ia pun menekankan agar sejumlah PSN yang belum selesai pada tahun 2017 lalu dapat segera diselesaikan.

“Proyek-proyek strategis nasional yang belum rampung di tahun 2017 saya minta agar segera diselesaikan pengerjaannya untuk tahun ini. Begitu pula dengan program dan proyek strategis nasional yang direncanakan, untuk mulai dikerjakan 2018 betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan,” kata Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Jokowi meminta agar perancangan dan pengerjaan PSN dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian daerah, sekaligus mengurangi ketimpangan dan kemiskinan. Presiden juga meminta agar PSN mampu berintegrasi dengan pengembangan sektor-sektor unggulan yang dikembangkan masing-masing daerah.

“Misalnya tol laut harus dipastikan bahwa program ini benar-benar bisa menurunkan biaya logistik, berdampak pada turunnya harga-harga bahan pokok yang diperlukan rakyat terutama di daerah-daerah kepulauan,” kata Jokowi.

Kepala Negara juga menyampaikan kepada jajarannya agar terus melakukan komunikasi publik kepada masyarakat, agar mengetahui manfaat yang akan mereka peroleh dari pengerjaan PSN di daerah masing-masing. Dengan mengetahui manfaat yang ada, masyarakat diharapkan memiliki rasa ikut memiliki, dan tumbuh kesadaran untuk turut serta mengawasi pelaksanaan proyek-proyek yang ada.

“Serta tidak kalah pentingnya yaitu ikut menjaga dan memelihara setelah proyek tersebut selesai,” ujar Jokowi.

Jokowi kembali mengingatkan jajarannya agar pengerjaan PSN tidak hanya mengandalkan APBN semata, namu perlu juga melakukan terobosan dan menawarkan skema pembiayaan alternatif yang mampu menarik minat para investor.

“Dalam pelaksanaannya saya juga minta jangan semuanya dilakukan oleh BUMN, jangan juga dikerjakan oleh anak-anak BUMN. Libatkan sektor swasta terutama swasta-swasta yang berada di daerah, di mana proyek tersebut dikerjakan,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.