Presiden Minta Penataan Sungai Citarum Segera Berjalan Secara Terintegrasi

Petrus - 17 January 2018
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (foto : Istimewa)

SR, Bandung – Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan segera merevitalisasi Sungai Citarum. Menurutnya, Citarum sangat vital bagi hajat hidup masyarakat luas, karena merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

“Jangan ditunda-tunda lagi,” kata Presiden Joko Widodo, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/1/2018).

Dikatakan, bahwa penataan Sungai Citarum akan dipakai sebagai contoh pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah lain. Ia pun menargetkan dalam tujuh tahun ke depan bisa selesai.

Untuk itu, Jokowi meminta seluruh jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah bekerjasama. Menurutnya, pengelolaan sungai harus terintegrasi, mulai dari penyiapan konsep, pelaksanaan, hingga pengawasan di lapangan.

“Kuncinya ada di integrasi semua kementerian, lembaga, pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten, dan kota. Kuncinya hanya di sini,” katanya.

Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin pencemaran yang saat ini sudah merusak lingkungan di aliran Sungai Citarum, terus berlanjut dan membahayakan generasi muda Indonesia. Ia menyatakan, pemerintah tak akan segan menjatuhkan hukuman tegas bagi para pelaku pencemaran sungai.

“Saya tidak mau Sungai Citarum menjadi tempat pembuangan limbah raksasa bagi pabrik-pabrik yang berlokasi di tepian sungai,” ujar Jokowi.

Sungai Citarum sangat vital dan memberikan beragam manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satunya menjadi sumber air minum untuk 27,5 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta. Irigasi untuk 420 ribu hektar sawah, airnya bersumber dari Sungai Citarum.

“Di aliran sungai ini juga ada tiga PLTA, Saguling, Cirata, dan Jatiluhur yang mampu menghasilkan daya listrik 1.400 MW,” kata Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.