Presiden Minta Para Menteri Cermati Dinamika Ekonomi Dunia

Petrus - 6 March 2018
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama seluruh menteri melakukan rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta (foto : Istimewa)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan kepada seluruh menteri di Kabinet Kerja, untuk mewaspadai dinamika ekonomi dunia yang terus bergerak secara dinamis. Menurutnya, suku bunga, komoditas, serta nilai tukar rupiah, dapat mempengaruhi perekonomian dan daya saing bangsa.

“Saya ingin mengingatkan terkait dengan pelaksanaan APBN 2018 maupun Rancangan APBN 2019, agar mewaspadai dinamika ekonomi dunia yang terus bergerak secara dinamis. Baik yang terkait suku bunga, komoditas, arus modal masuk dan keluar, serta nilai tukar. Itu semua dapat mempengaruhi perekonomian dan daya saing kita,” kata Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Secara khusus, Jokowi menyinggung soal adanya kecenderungan negara-negara tujuan ekspor Indonesia, yang menerapkan kebijakan proteksionis dalam aktivitas perdagangannya. Untuk itu, ia berpesan kepada jajarannya untuk mencari pasar ekspor alternatif.

Terkait dengan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Jokowi meminta agar besaran bantuan yang diterima oleh para peserta PKH dapat ditingkatkan pada tahun 2019.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, untuk terus memantau harga bahan pangan menjelang bulan Ramadhan, utamanya yang mempunyai kontribusi terhadap inflasi dan angka kemiskinan.

“Saya minta, beberapa harga baik itu yang berkaitan dengan beras maupun daging, untuk betul-betul diselesaikan, agar sebelum masuk bulan puasa bisa kita pastikan bahwa harga itu betul-betul turun,” katanya.

Dalam sejumlah kesempatan, Kepala Negara juga turut mengajak pihak swasta untuk dapat berperan dalam perekonomian. Selain karena pemerintah mengakui peranan swasta, APBN juga memiliki keterbatasan. Ia pun meminta kepada jajarannya untuk menciptakan inovasi, dan melibatkan dunia usaha swasta lebih luas lagi.

“Libatkan dunia usaha swasta sebanyak-banyaknya, agar kita tidak banyak tergantung dengan APBN melalui peningkatan investasi dan ekspor. Kita harapkan ini akan membuka lapangan pekerjaan dan mengatasi pengangguran yang ada,” kata Jokowi.

Dalam kaitannya dengan investasi, ia juga mendorong sistem perizinan terintegrasi (single submission) agar dapat diselesaikan pada akhir bulan ini. Selain itu, insentif-insentif kepada dunia usaha dan investasi juga harus terus diberikan.

“Dengan inilah kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kita menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.