Presiden Minta Menteri Selesaikan Persoalan Jelang Idul Fitri

Yovie Wicaksono - 30 May 2017
Presiden Joko Widodo Memberikan Pengarahan ke Menteri di Istana Bogor, Senin (29/5/2017). Foto : (Superradio/Nina Suartika)

SR, Bogor – Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk menyelesaikan semua persoalan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jika ada kesulitan, ia meminta agar segera dicarikan solusi.

“Persiapan Idul Fitri, baik yang berkaitan dengan kelancaran mudik, moda transportasi, stok BBM, harga-harga bahan pokok, semuanya agar betul-betul dikontrol di lapangan, dicek. Agar kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan tidak terjadi8,” kata Presiden Joko Widodo di Bogor, Senin (29/5/2017).

Ia mengingatkan jajarannya untuk segera mencari solusi atas sejumlah permasalahan yang masih perlu diperbaiki. “Apabila ada hal yang masih kurang, agar dalam waktu yang masih satu bulan ini bisa dikejar untuk diselesaikan,” kata Jokowi.

Dalam pertemuan dengan para menterinya tersebut, juga dibahas mengenai perekonomian nasional. Jokowi meminta agar jajarannya dapat menindaklanjuti predikat layak investasi yang dikeluarkan lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P).

“Saya minta ada tindak lanjut sehingga efek positif itu tidak hanya dinikmati pada investasi di portofolio, di saham. Tapi efek positir yang lain itu juga bisa mendorong sektor riil untuk menumbuhkan perekonomian kita. Karena kepercayaan ini, memperlihatkan kemampuan kita dalam mengelola ekonomi, baik kelola fiskal, kelola moneter kita,” ujar Jokowi.

Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta seluruh kementerian yang terkait dengan sektor riil turut mendorong pergerakan sektor ini. “Tapi yang paling penting adalah mendorong efek positif dari invesment grade betul-betul dirasakan oleh rakyat,” katanya.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan masih adanya ganjalan terhadap masuknya arus uang, modal, dan investasi ke Tanah Air. Oleh karena itu, ia meminta Menko Perekonomian agar melihat secara rinci sekaligus memperbaiki hal-hal yang berkaitan dengan arus investasi, utamanya perizinan.

“Sehingga perizinan yang menghambat bisa disederhanakan agar arus masuk investasi tidak terganggu karena kerumitan di bidang perizinan,” cetus Jokowi.

Ia juga meminta agar situasi stabilitas politik dan keamanan di Indonesia disampaikan kepada investor. Mengingat penjelasan tersebut dinilai penting sebagai bahan pertimbangan para investor.

“Kalau diberikan penjelasan, mereka (investor) juga akan bisa menerima. Saya kira diterangkan secara simple. Setiap tahun negara kita mempunyai perhelatan Pilkada yang mau tidak mau, pasti sedikit menghangatkan situasi politik kita,” kata Jokowi. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.