Presiden Jokowi Tekankan Pelestarian Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Petrus - 3 August 2017
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 di Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Pengelolaan hutan yang baik mutlak diperlukan untuk menjaga kelestariannya. Indonesia sebagai negara dengan luas kawasan hutan yang tergolong besar tentu memerlukan perencanaan dan pengelolaan hutan yang baik dan berkelanjutan.

Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 di Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta, Rabu (2/8/2017). Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memberikan sedikit pandangannya terkait dengan bagaimana seharusnya Indonesia mengelola hutannya agar dapat lebih produktif.

“Penting memiliki sebuah strategi besar pembangunan hutan yang memiliki dimensi ekonomi dan lingkungan. Kita perlu melakukan sebuah koreksi besar, mestinya ada corrective action agar ada sebuah terobosan,” ujar Jokowi.

Dikatakan oleh Presiden, pengelolaan hutan yang dilakukan haruslah memperhatikan dimensi ekonomi dan lingkungan. Artinya, pemanfaatan nilai ekonomis hutan harus seimbang dengan upaya pelestariannya.

Menurutnya, pengelolaan hutan di Indonesia saat ini tidak jauh lebih baik dibandingkan negara lainnya. Bahkan, hutan di berbagai daerah di Indonesia menurutnya belum memberikan manfaat signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai hutan tidak memberikan apa-apa kepada rakyat. Dalam sekian tahun, mohon maaf, pengelolaan hutan kita berada pada posisi yang monoton, tidak ada pembaruan,” kata Jokowi.

Ia mencontohkan pengelolaan hutan yang dilakukan oleh negara lain. Dimana pengelolaan hutan dapat memberikan sumbangsih bagi kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan pelestarian lingkungan.

“Saya ingin memberikan contoh, misalnya Swedia dan Finlandia. Ekonominya hampir 70-80 persen berasal dari pengelolaan hutan yang baik. Saya kira kita tidak usah sulit-sulit, tiru dan nanti disesuaikan dengan keadaan hutan di negara kita,” katanya.

Jokowi meminta jajarannya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mempelajari bagaimana kedua negara tersebut mengelola hutannya dengan memperhatikan aspek lingkungan dan ekonominya. Ia juga mengingatkan, segera hentikan program maupun rencana kehutanan yang berorientasi proyek.

“Ini harus dihentikan. Jangan lagi ada program-program atau rencana-rencana yang orientasinya proyek. Sudah hentikan itu!” tegasnya.

Menurut Jokowi, sudah terlalu lama pengelolaan hutan dilakukan hanya dengan berorientasi pada proyek semata. Ia mengaku memiliki data siapa saja yang bermain proyek di sektor kehutanan.

Sebab dalam mengelola hutan, dibutuhkan sosok yang memiliki jiwa mulia dan etos kerja yang baik, yang mampu benar-benar menjalankan amanat untuk melindungi hutan. Ia sembari menegaskan, hutan lindung haruslah dilindungi.

“Jangan hanya namanya taman nasional tapi digerogoti sedikit-sedikit. Tahu-tahu sudah ratusan atau ribuan hektar kita biarkan. Jangan terus-terusan seperti itu. Nanti dalam forum tertutup akan saya buka semuanya,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.