Presiden Jokowi Tegaskan Program Sertifikat Tanah Bermanfaat Bagi Rakyat

Petrus - 27 March 2018
Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (foto : Istimewa)

SR, Banjarbaru – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kebijakan penyerahan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di seluruh Indonesia, bukanlah hal yang mengada-ada. Pemerintah memastikan betul jika sertifikat yang diserahkan itu diterima, dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat pemilik lahan di seluruh Indonesia.

“Sertifikat yang sudah diserahkan diangkat tinggi-tinggi. Biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat sudah diserahkan, dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi milik Bapak/Ibu sekalian dan bukan pengibulan,” kata Presiden Jokowi, saat menyerahkan sertifikat secara langsung di GOR Rudy Resnawan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (26/3/2018).

Saat memberikan sambutannya, Presiden Jokowi sempat menyinggung tuduhan pihak tertentu yang mengatakan kebijakan tersebut adalah pembohongan semata.

“Karena ada yang ngomong pembagian sertifikat itu pengibulan. Tidak ada, sertifikat betul-betul sudah diserahkan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kunjungan kerja kali ini, sebanyak 3.630 sertifikat hak atas tanah diserahkan oleh Presiden kepada masyarakat penerima sertifikat. Para penerima datang dari sejumlah kota/kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

Presiden Jokowi juga menyampaikan pandangannya soal ketimpangan atas penguasaan lahan, yang saat ini terjadi di Indonesia. Ia menekankan, pemberian izin kepemilikan dan pembukaan lahan bagi segelintir pengusaha besar, tidak diberikan olehnya selama memegang tampuk kepemimpinan.

“Memang ada ketimpangan. Tapi harus mengerti bahwa distribusi itu (kepada pengusaha besar) bukan saya yang melakukan. Itu yang saya tidak mau, kita membagi saja tidak,” ujarnya.

Program percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah merupakan bagian dari reforma agraria yang dicanangkan pemerintah, salah satunya dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah di Indonesia. Melalui program tersebut, masyarakat kini dapat memiliki bukti pengakuan hukum atas tanah yang mereka miliki.

“Setiap saya ke daerah selalu keluhannya sengketa lahan. Kenapa ada? Karena pemegang lahan tidak memiliki bukti hak atas tanah yang namanya sertifikat. Kalau sudah pegang ini (sertifikat) tidak ada orang lain yang berani,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.