Presiden Jokowi Sebut Politik Bukan untuk Menakut-nakuti

Petrus - 10 November 2018

SR, Tegal – Presiden Joko Widodo berharap politik dan pesta demokrasi di Indonesia disambut gembira oleh masyarakat Indonesia. Dengan kegembiraan itu, masyarakat dapat memberikan suaranya secara jernih dan rasional bagi pemimpin yang dirasa tepat memimpin Indonesia.

Kegembiraan demokrasi ini tentu hanya dapat dicapai dengan cara-cara yang sesuai dengan kesantunan, yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Politik yang dibiarkan berjalan dengan menihilkan etika, sudah sewajarnya dihindari.

“Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu (santun). Oleh sebab itu, sering saya sampaikan: hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan,” ujar Presiden.

Pernyataan Presiden Joko Widodo itu disampaikan selepas meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang di Kabupaten Tegal. Dalam acara sebelumnya di Gelanggang Olah Raga Tri Sanja, Kepala Negara sempat menyinggung mengenai kesantunan yang dirasa menghilang dari sejumlah perilaku berpolitik.

Ia melihat bahwa sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, yang amat disayangkan adalah para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidak pastian. Masyarakat memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu,” ucapnya.

Presiden memiliki satu istilah khusus untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Berangkat dari mitos Jawa mengenai makhluk halus, dirinya menyebut hal itu sebagai “politik genderuwo”, politik yang menakut-nakuti.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti,” tuturnya.

Presiden berharap agar cara-cara berpolitik serupa itu segera ditanggalkan. Sudah selayaknya bagi masyarakat untuk memperoleh contoh politik yang baik, dan menghadirkan kegembiraan pesta demokrasi di negara kita.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.