Presiden Jokowi Sampaikan Apresiasi Atas Prestasi Lifter Eko Yuli Irawan

Petrus - 9 November 2018

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengundang dan bertemu dengan atlet angkat besi Nasional, Eko Yuli Irawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Eko Yuli Irawan beberapa waktu lalu berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia, pada kejuaraan dunia angkat besi di Turkmenistan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo berbincang santai dengan Eko, didampingi Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Rosan Roeslani.

Presiden Joko Widodo mengatakan, rakyat Indonesia merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan Eko, dan berharap agar prestasi ini dapat terus dilanjutkan di kesempatan berikutnya.

“Kita, rakyat dan pemerintah, sangat bangga atas prestasi yang diberikan oleh Eko di kejuaraan yang kemarin baru saja diikuti. Saya kira prestasi-prestasi seperti ini kita harapkan terus berkesinambungan. Tidak hanya di angkat besi atau angkat berat saja, tetapi di cabang-cabang olah raga yang lain juga terpacu,” ujar Presiden di Istana Merdeka.

Kepala Negara menambahkan, pemerintah akan terus memberikan dukungan bagi para atlet untuk meraih prestasi.

“Pemerintah akan terus memberikan support. Dari Kemenpora akan terus mengikuti dan tentu saja dari cabang olah raga angkat besi, PABBSI, juga akan terus mengikuti dan mengikutkan atlet-atletnya dalam kompetisi yang ada di manapun,” tuturnya.

Sementara itu, Eko Yuli Irawan dalam kesempatan yang sama mengaku bangga dapat mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Terlebih, ini merupakan yang pertama baginya untuk meraih medali emas di tingkat kejuaraan dunia. Di kejuaraan tingkat lainnya, ia memang sering menyumbang sejumlah medali bagi Indonesia termasuk medali emas Asian Games 2018.

“Ini sejarah pertama juga bisa dapat medali emas bahkan bisa pecah rekor dunia. Yang pasti senang, bangga, bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ucap Eko.

Sebagai apresiasi atas kerja keras dan prestasi yang diraih Eko, pemerintah telah menyiapkan sejumlah bonus bagi atlet berusia 29 tahun itu. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan bonus khusus untuk lifter andalan Indonesia ini. Kemenpora disebutnya juga akan memberikan bonus serupa.

“Bapak Presiden memberikan bonus Rp. 250 juta untuk Pak Eko. Kami pun, Kemenpora, juga akan memberi bonus Rp. 200 juta. Pak Presiden Rp. 250 juta, kami Kemenpora Rp. 200 juta. Ini belum dari Pak Rosan (PB PABBSI),” kata Imam Nahrawi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa Presiden meminta, agar pembinaan atlet angkat besi tidak boleh berhenti setelah prestasi ini ditorehkan. Pemerintah berharap agar Eko mampu menorehkan prestasi gemilang dalam olimpiade yang akan digelar di Tokyo, Jepang, pada 2020 mendatang.

“Salah satu yang menjadi perhatian beliau (Presiden Jokowi) adalah bagaimana pelatnas itu tidak boleh berhenti. Harus betul-betul jangka panjang,” ucapnya.

Dalam kejuaraan dunia yang berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan, pada Sabtu, 3 November 2018, Eko Yuli Irawan merebut medali emas kelas 61 kilogram sekaligus memecahkan rekor. Rekor yang dicetak Eko Yuli pada kelas yang baru dipertandingkan itu berupa total angkatan 317 kilogram, memecahkan rekor sebelumnya 313 kilogram dengan rincian 143 kilogram angkatan snatch, dan yang menjadi rekor 174 kilogram angkatan clean and jerk.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.