Presiden Jokowi : Kita Gebuk Ormas Anti-Pancasila

Petrus - 22 May 2017
Presiden Joko Widodo saat berada di Natuna (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Natuna – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, bila di kemudian hari terdapat organisasi massa (ormas) yang ingin keluar dan mengganggu ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebinnekaan bangsa, dipastikan bahwa negara tidak akan tinggal diam.

“Sekali lagi, negara Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi. Kalau ada ormas yang seperti itu, ya kita gebuk,” katanya dihadapan 1.500 prajurit TNI, Senin (22/5/2017).

Menurutnya, hal serupa juga akan dilakukan bila ada yang mengatakan bahwa PKI yang berhaluan komunis bangkit kembali di Tanah Air. Sebab, Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 telah mengatur hal tersebut, dan menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang.

“Ya kita gebuk, kita tendang, sudah jelas itu. Jangan ditanyakan lagi, jangan ditanyakan lagi, payung hukumnya jelas, TAP MPRS,” tutur Jokowi.

Masalah lain yang juga disampaikan Presiden adalah dampak dari penggunaan media sosial. Meski demikian, hal ini diakui juga dialami oleh hampir semua negara di dunia.

“Kalau media sosial, di negara mana pun dengan keterbukaan mengalami masalah yang sama semuanya. Ada fake news, ada hoaks, berita fitnah, berita bohong dan semua orang banyak yang kena,” kata Jokowi.

Presiden juga menceritakan pengalamannya saat bertemu berbagai kepala negara atau kepala pemerintahan. Pada umumnya mereka juga mengeluhkan penyebaran berita hoaks yang juga terjadi di negara mereka masing-masing.

“Mereka menyampaikan, Presiden Jokowi, kalau media mainstream, koran, majalah, televisi bisa kita ajak bicara. Tapi kalau media sosial, setiap individu bisa menyampaikan berita benar atau tidak benar, setiap individu bisa membuat blog, situs, bisa ngetweet, facebook, bisa membuat vlog, semua individu bisa,” lanjut Jokowi.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya bersama untuk mengatasi dampak negatif dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab itu. Salah satunya ialah dengan melawan penyebaran berita hoaks yang dimaksud, untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan hal yang benar kepada masyarakat.

“Tugas kita bersama untuk membentengi negara ini dari, kadang-kadang panasnya suasana, kabar-kabar bohong seperti itu, kabar-kabar fitnah seperti itu,” ucapnya.

Jokowi berpesan agar jangan sampai energi bangsa ini habis karena mengerjakan hal-hal yang tidak perlu. Karena menurutnya, pada saat yang sama negara lain sudah memikirkan mengenai kemajuan teknologi. Dikatakan, bila bangsa kita terus berkutat pada hal-hal yang tidak produktif itu, maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan semakin tertinggal.

“Kita hanya terjebak pada hal yang menghabiskan energi. Energi kita habis dan kita tidak mendapatkan apa-apa, kecuali saling curiga di antara kita,” kata Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.