Presiden Jokowi Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Intoleran di Indonesia

Yovie Wicaksono - 13 February 2018
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait penyerangan terhadap tokoh dan rumah ibadah (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa negara Indonesia menjamin kebebasan bagi tiap-tiap warga negaranya untuk memeluk dan beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Dikatakan, pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi para pihak intoleran di negera Indonesia.

“Konstitusi kita menjamin kebebasan beragama. Oleh sebab itu, kita tidak memberikan tempat secuil pun pada orang-orang yang melakukan, mengembangkan, dan menyebarkan intoleransi di negara kita,” kata Presiden Jokowi, di Jakarta, Selasa (13/2/2018), menanggapi tindakan perusakan tempat ibadah di Sleman beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang majemuk ini sudah berpuluh tahun hidup berdampingan. Namun, diakui karena keterbukaan informasi yang juga dialami sebagian besar negara lainnya, maka peristiwa intoleran seperti penyerangan terhadap para pemuka agama yang belakangan ini terjadi dapat terus berulang.

“Sekali lagi perlu saya sampaikan, tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita, Indonesia. Apalagi dengan cara-cara kekerasan. Berujar saja tidak, apalagi dengan kekerasan,” kata Jokowi.

Untuk itu, terhadap sejumlah peristiwa tersebut, Jokowi telah menginstruksikan pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas dan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

“Saya sudah perintahkan kepada aparat untuk bertindak tegas, dan Negara menjamin penegakan konstitusi secara terus menerus dan konsekuen,” tegasnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.