Presiden Jokowi Ingatkan Fanatisme Jangan Berlebihan

Petrus - 26 September 2018
Presiden Joko Widodo saat berada di Istana Negara (foto : Istimewa)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah seorang suporter sepak bola, Haringga Sirila. Ia menyebut bahwa kejadian perkelahian antar suporter ini sudah yang ke sekian kalinya terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, aksi-aksi serupa itu harus segera dihentikan.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya suporter Haringga. Ini sudah jumlah yang sangat banyak, 16 (korban jiwa dalam 8 tahun terakhir) itu sangat banyak,” ujar Presiden Joko Widodo, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Kepala Negara menyebut, bahwa ajang olah raga seharusnya menjadi ajang untuk mempertontonkan sportivitas. Presiden juga tidak ingin fanatisme dari para suporter sepak bola ditunjukkan dengan cara berlebihan, apalagi berujung anarki.

“Jangan sampai fanatisme berlebihan menjadi kebablasan sehingga terjadi perkelahian-perkelahian. Harus segera distop karena olah raga itu menjunjung sportivitas,” tuturnya.

Ia juga menyatakan, telah meminta Kementerian Pemuda dan Olah Raga, PSSI, dan kelompok-kelompok suporter, untuk duduk bersama agar kejadian serupa tidak kembali berulang. Menurutnya, harus ada komitmen dari semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kalau ada sanksi lebih baik, tapi sanksi pun tidak menjamin. Yang paling penting duduk bersama Kemenpora, PSSI, dan kelompok-kelompok suporter terutama yang fanatik-fanatik. Itu yang diselesaikan,” tegasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.