Presiden Jokowi Dorong Mahasiswa Berinovasi

Petrus - 30 November 2017
Presiden Joko Widodo menghadiri Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Jakarta (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi untuk mendorong dan mengembangkan inovasi para mahasiswanya, agar tidak terjebak pada rutinitas perkuliahan. Karena saat ini, perubahan berlangsung sangat cepat dan mencakup hampir di berbagai bidang, seperti sosial, ekonomi, politik, media, hingga pendidikan.

“Kata kuncinya adalah mendorong dan mengembangkan inovasi. Kita tidak boleh terjebak pada rutinitas, dan cara-cara baru harus dikembangkan. Keinginan mahasiswa untuk berinovasi harus ditumbuhkan, serta kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” kata Presiden Joko Widodo, pada Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Jokowi juga berharap perguruan tinggi mendukung para sociopreneur yang telah melakukan sejumlah inovasi, dan berhasil memecahkan masalah di masyarakat.

“Saya senang sekali banyak para sociopreneur di kalangan generasi muda kita menciptakan tas plastik daur ulang, misalnya yang terbuat dari bahan non kimiawi yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Dan membuat aplikasi untuk komunikasi antara guru dan murid, antar guru dengan pemangku kepentingan pendidikan, membuat aplikasi untuk memberi makan ikan secara efisien, aplikasi untuk perdagangan online dan lain-lain,” jabarnya.

Jokowi meminta agar proses pengajaran dan fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi untuk diubah. Misalnya terkait tempat perkuliahan yang tidak melulu harus dilakukan di dalam ruangan. Menurutnya, walaupun teori penting tapi tantangan dan pengalaman lebih penting.

“Penting di sebuah perguruan tinggi adanya co-working space, penting sekali. Dalam co-working space para mahasiswa, para dosen bisa saling bekerja sama, bisa bekerja bersama menciptakan inovasi-inovasi, menciptakan hal-hal yang baru. Interaksi lintas ilmu, lintas fakultas sangat penting saat ini,” ujar Jokowi.

Bahkan ke depannya, Presiden berharap perguruan tinggi dapat meningkatkan co-working space menjadi creative hub, dengan spesifikasi yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi.

“Fasilitasnya bukan hanya tempat kerja bersama tapi fasilitasnya juga dalam bentuk membantu berjejaring membangun networking dengan para inovator lain, dan membantu dengan sumber pembiayaan kalau ada inovasi. Dan itu semua hal yang sangat menarik,” lanjut Jokowi.

Jokowi meyakini cara tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi perguruan tinggi, di antaranya pembiayaan pengembangan inovasi ke dunia industri.

“Artinya tidak berarti harus semuanya dibiayai oleh perguruan tinggi, tapi bisa dibiayai bersama dengan pihak swasta, pihak perbankan, perusahaan packaging, perusahaan marketing, perusahaan logistik, dan yang lain-lainnya,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.