Presiden Jokowi Dorong Generasi Muda dan Pendidik Tingkatkan Kualitas Diri

Yovie Wicaksono - 6 September 2018

SR, Surabaya – Presiden Jokowi mengajak setiap elemen bangsa untuk terus meningkatkan kualitas diri, dengan memanfaatkan informasi teknologi (IT). Kemampuan memanfaatkan IT kata Presiden, sangat dibutuhkan di era saat ini yang masuk dalam Revolusi Industri 4.0.

Revolusi industri 4.0, imbuh Jokowi, merupakan perpaduan antara teknologi dan ilmu pengetahuan, yang mengedepankan akses serta kecepatan. Secara khusus, generasi muda dituntut untuk segera menyesuaikan diri dengan kondisi itu.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menghadapi Revolusi Industri ke 4.0. Apakah kita ditinggal ataukah melompat jauh seiring dengan perkembangan itu,” kata Presiden Joko Widodo, pada Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan, dan Pembukaan Rakernas Lembaga Pendidikan PGRI, di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Kamis (6/9/2018).

Kepala Negara menyebut, meski teknologi tumbuh secara cepat, namun generasi muda tidak boleh melupakan jati diri sebagai bangsa yang besar.

“Sebagai kaum intelektual, mahasiswa harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa seiring dengan era teknologi. Kita harus sadar bahwa Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi maupun kekuatan yang luar biasa,” tegas Jokowi.

Sementar itu, Presiden juga menyinggung keberadaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang turut berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“PGRI lahir dari perjuangan Bangsa Indonesia. Peranan PGRI sangatlah strategis dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jokowi.

Presiden berharap, PGRI dapat terus menjadi organisasi yang mampu mencetak kaum intelektual, terutama mencetak generasi muda, kader anak didik bangsa.

“Terima Kasih PGRI, teruslah berjuang dan isi kemerdekaan melalui pendidikan nasional,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan bahwa dua per tiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) telah menyumbangkan kaum intelektual di Jawa Timur, yang berasal para mahasiswa maupun lulusan universitas.

Kaum intelektual di Jawa Timur kata Soekarwo, telah memberikan warna positif bagi pembangunan di Jawa Timur.

Saat ini, jumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur sebanyak 10 universita, sedangkan jumlah PTS sebanyak 326 universitas. Dari jumlah itu, jumlah mahasiswa sebanyak 721.682 orang, terdiri dari PTN sebanyak 209.463 orang dan PTS sebanyak 512.219.

“Kehadiran Bapak Presiden di Jawa Timur sangatlah tepat untuk memberikan motivasi kepada generasi muda, karena sebanyak dua per tiga kaum intelektual berasal dari PTS di Jawa Timur,” kata Soekarwo.

Hadir bersama dengan Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.