Presiden Jokowi dan Ibu Negara Hadiri Jalan Sehat Santri di Sidoarjo, Ajak Pemuda Majukan Bangsa

Petrus - 29 October 2018

SR, Sidoarjo – Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri¬†acara Kirab dan Jalan Sehat Sahabat Santri, yang diadakan Nahdlatul Ulama (NU). Acara bertema “1 Juta Santri” ini dipusatkan di Alun-Alun Sidoarjo, di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (28/10/2018).

Presiden Jokowi yang mengenakan baju koko warna putih, sarung warna cokelat kehijauan, lengkap dengan peci hitam. Sementara Ibu Iriana mengenakan kerudung dan kemeja putih dengan celana panjang warna krem. Secara simbolis, Presiden memulai acara kirab dan jalan sehat ini dengan mengangkat bendera kotak-kotak hitam dan putih.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pelepasan kirab dan jalan sehat 1 juta santri saya nyatakan diberangkatkan,” kata Presiden.

Sesaat setelah bendera dinaikkan, para santri pun mulai berjalan, diiringi lagu ‘Ya Lal Wathon’. Para santri ini berjalan mulai dari Alun-alun Sidoarjo dan berakhir di Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo. Acara kirab dan jalan sehat yang digelar Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini, merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

Presiden Jokowi Ajak Pemuda Majukan Indonesia

Di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan Sumpah Pemuda yang tepat diperingati pada 28 Oktober 2018. Pada peringatan Sumpah Pemuda ke 90, Presiden mengingatkan kembali soal ikrar yang diucapkan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 lalu.

Saat itu, para pemuda menegaskan semangat terhadap cita-cita Indonesia yang merdeka. Ikrar itu menjadi tonggak awal bagi pergerakan kemerdekaan Indonesia di masa mendatang.

“Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Berbahasa satu, bahasa Indonesia. Itu yang selalu kita ingatkan,” kata Presiden Jokowi, saat berada di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Presiden berharap agar semangat para pemuda pada masa lalu, terus tertanam di jiwa para pemuda Indonesia masa kini. Kepala Negara mengajak para pemuda untuk bergandeng tangan memajukan Indonesia, dengan semangat yang sama seperti para pemuda yang berikrar dalam Kongres Pemuda II tahun 1928.

“Kita, utamanya para pemuda, harus bergandengan tangan, bersatu, untuk menggerakkan Indonesia sekarang maupun yang akan datang. Karena di tangan pemudalah negara ini akan maju,” ucapnya.

Presiden merasa optimistis melihat gerak dan kreativitas para pemuda Indonesia. Ia menyebut bahwa mereka nantinya mampu membawa bangsa ini berkompetisi dan memenangkan persaingan.

“Dengan catatan, pembangunan sumber daya manusia itu diberikan prioritas. Digarap secara maksimal sehingga yang namanya bonus demografi di 2020-2030 itu betul-betul memberikan dampak yang signifikan terhadap setiap derap dan gerak pemuda, dalam rangka memajukan negara ini, membawa Indonesia maju,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.