Presiden Jokowi Bertemu Atlet Asian Para Games dan Bagikan Bonus

Petrus - 14 October 2018

SR, Bogor – Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Para Games 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10/2018). Presiden Joko Widodo mengatakan, dirinya telah melihat dedikasi dan kerja keras para atlet disabilitas Indonesia, sejak dari tempat latihan, di Solo maupun di Jakarta.

“Saya melihat badminton, saya lihat tenis meja, saya lihat, saya amati di voli duduk, di menembak, saya melihat sebuah dedikasi dan kerja keras dalam menyiapkan diri menghadapi Asian Para Games 2018. Bekerja keras, sebuah kerja keras yang luar biasa,” kata Presiden Jokowi, di Ruang Garuda.

Raihan medali yang diperoleh atlet Indonesia telah melebihi target awal yang dicanangkan pemerintah, yakni 16 emas dan posisi 8 besar.

“Target yang saya berikan jelas di awal, 16 (medali emas) harus. Kemudian masuk ke 8 besar, harus. Tapi ternyata meleset semuanya, melesetnya ke atas,” ujar Presiden Jokowi, diiringi tepuk para atlet dan ofisial yang hadir.

Presiden mengatakan, dirinya terus memantau perkembangan perolehan medali kontingen Indonesia. Waktu dirinya menonton pertandingan angkat berat, Indonesia baru mendapatkan 9 medali emas. Kemudian Presiden mengaku saat itu dirinya dibisiki jika Indonesia bisa dapat 18 medali emas.

“Alhamdulillah paling tidak target sudah terlampaui. Hari berikut saya diberi tahu sekarang sudah 24. Berikutnya lagi saya diberi tahu 34. Tadi saya diberi tahu, saya dibisiki pasti ini dapat 35 emas. Kalau dapat 35 berarti kita masuk 5 besar. Yang jelas emasnya melebihi Asian Games,” lanjut Jokowi, yang kembali disambut meriah semua hadirin.

Atas capaian itu, para atlet langsung menerima bonus raihan medali sebagai wujud apresiasi dari pemerintah, atas prestasi yang ditorehkan mereka. Seperti halnya saat Asian Games, bonus atlet yang diterima ini langsung dapat diterima para atlet, bahkan sebelum upacara penutupan Asian Para Games digelar.

Pada kesempatan ini, Presiden langsung menyerahkan bonus secara simbolis kepada perwakilan atlet, yaitu Hendi Wirawan atlet cabang catur untuk medali emas, Aris atlet cabang renang untuk medali perak, dan Sriyanti atlet cabang lawn bowl untuk medali perunggu. Tak hanya itu, untuk mengapresiasi para atlet yang belum berhasil mendapatkan medali, Presiden juga menyerahkan bonus yang diwakili oleh Rahayu atlet cabang angkat berat.

 

Besaran bonus berupa tabungan yang diterima para atlet ini pun sama dengan bonus untuk para peraih medali Asian Games 2018 lalu, yakni Rp. 1,5 miliar untuk peraih medali emas, Rp. 500 juta untuk peraih medali perak, dan Rp. 250 juta untuk peraih medali perunggu. Sementara untuk atlet yang belum mendapatkan medali, diberikan bonus apresiasi sebesar Rp. 20 juta.

Banyaknya bonus yang diberikan pemerintah ini, membuat Presiden sempat berkelakar bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikeluarkan pun menjadi lebih banyak.

“APBN yang keluar untuk saudara-saudara lebih banyak. Tapi kita syukuri alhamdulillah karena ini untuk nama bangsa dan negara Indonesia. Saya akan serahkan langsung pada pagi hari ini bonus. Bonusnya sama seperti Asian Games, Asian Para Games dan Asian Games sama. Yang jelas yang dapat emas itu dapat Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Menurut Presiden, bonus yang diserahkan kepada para atlet itu sesuai dengan prestasi yang telah ditorehkan para anak bangsa.

“Negara tidak rugi memberikan itu kepada bapak dan ibu yang telah mengangkat harkat dan martabat negara kita ke kancah Asia. Mungkin yang dapat emas yang belum hadir di sini, akan saya serahkan sendiri. Kan masih ada waktu sampai sore. Saya rasa itu. Sekali lagi saya amat bangga pada saudara-saudara sekalian,” tandasnya.

Presiden kemudian mengajak para atlet dan ofisial untuk berfoto bersama, di halaman belakang Istana Bogor. Setelah foto bersama, para atlet kemudian bersantap siang bersama di Gedung Sayap Kiri Istana Kepresidenan Bogor.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini yaitu, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission kontingen Indonesia Arminsyah.

Kontingen Indonesia hingga Sabtu sore, 13 Oktober 2018 telah mengkoleksi 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu, dan berada  di posisi kelima klasemen perolehan medali.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.