Presiden Jokowi Berpesan Agar Natal Harus Jadi Momentum Pembawa Semangat Perubahan

Petrus - 29 December 2017
Sejumlah Menteri dan pejabat yang menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional 2017 di Pontianak (foto : Istimewa)

SR, Pontianak – Presiden Joko Widodo menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/12/2017). Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo berharap agar Perayaan Natal dapat membawa perubahan sikap mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Menurut Joko Widodo, dunia telah berubah dengan cepat, dan perubahan tidak dapat dibendung lagi.

“Jika tidak mau tertinggal dengan perubahan, maka kita harus menyiapkan diri beradaptasi, dan mengantisipasi dengan cepat setiap gelombang perubahan yang terjadi,” kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Natal bukan semata-mata perayaan seremonial belaka, tapi harus bisa menjadi momentum untuk membawa semangat perubahan, semangat mengejar ketertinggalan, semangat kemajuan, dan semangat bahwa hari esok agar lebih baik dari hari ini.

“Natal juga harus membawa semangat kesahajaan, semangat untuk berani mengatakan cukup, semangat rela berbagi serta semangat untuk memperkecil jurang ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Itulah yang perlu kita selalu ingat dalam setiap momentum perayaan Natal untuk membawa semangat baru, membawa semangat perubahan,” ujar Jokowi.

Ia mengatakan, di dalam kebaktian-kebaktian Natal akan ditemukan sebuah pemandangan indah, ketika cahaya lilin-lilin kecil dinyalakan oleh jemaat, umat Kristiani di seluruh Tanah Air.

Cahaya lilin merupakan lambang terang di dalam kehidupan, yang menjadi simbol pemandu dalam kegelapan. Cahaya juga mengingatkan nilai-nilai Ketuhanan, nilai-nilai keutamaan bahwa manusia haruslah saling mengasihi, saling menjaga dan saling mencintai.

“Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan negara kita Indonesia, hari ini maupun di masa-masa yang akan datang, terlebih dalam menjalani kodrat kita untuk hidup dalam keragaman, dalam kebhinnekaan,” lanjut Jokowi.

Untuk itu, Presiden meminta agar masyarakat tetap dan terus merawat itu dengan cinta kasih, terus menjaga persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan menjaga kerukunan dalam jalinan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan balutan cinta kasih kita akan saling menghormati, kita akan saling menghargai, kita akan saling menjaga, kita akan saling melindungi sesama anak bangsa,” imbuhnya.

Ia meyakini semangat cinta kasih akan menghadirkan kedamaian di hati, akan menebarkan kedamaian di seluruh penjuru tanah air, dan menyebarkan perdamaian abadi di seluruh muka bumi.

“Semangat cinta kasih akan menjadikan kita semua bisa bersatu untuk menghadapi semua tantangan-tantangan sebagai bangsa, serta secara bersama-sama berjuang menghadirkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.