Presiden Jokowi Ajak Kader PDI Perjuangan Tumbuhkan Semangat Berdikari, Gotong Royong dan Kerja Sama

Petrus - 17 December 2017
Presiden Joko Widodo berbicara pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI Perjuangan, di Tangerang (foto : Istimewa)

SR, Tangerang – Presiden Joko Widodo mengapresiasi sejumlah inovasi di bidang ekonomi kerakyatan, yang dikembangkan oleh kader-kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI Perjuangan, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017).

“Saya sangat bangga terhadap inovasi-inovasi kerakyatan yang telah dikembangkan oleh kader-kader PDIP,” kata Presiden Joko Widodo.

Ia pun terus mengajak para kader PDI Perjuangan untuk menumbuhkan semangat berdikari, gotong royong, dan kerja sama guna mewujudkan Indonesia yang berdaya saing tinggi, serta bisa memenangkan persaingan global.

“Tugas berat itu membutuhkan kerja sama, kerja bareng antar kita. Dengan semangat gotong royong, wajib kita perkuat. Cita-cita membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa semangat berdikari jugalah yang mendasari pemerintah untuk terus membangun Indonesia dari pinggiran dan desa, serta memberdayakan masyarakat bawah.

“Semangat berdikari itulah yang membuat kami semangat memperbaiki retribusi aset, memberikan modal usaha pada rakyat,” katanya.

Misalnya di bidang infrastruktur, ia mengatakan bahwa pemerintah telah berusaha keras untuk membangun infrastruktur mulai dari perbatasan, pelabuhan, jalan, hingga jalur kereta api, yang diyakini dapat memberi nilai lebih pada produk rakyat di kampung-kampung dan UMKM.

Selain itu, Jokowi meyakini bahwa infrastruktur bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga dapat mempersatukan dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.

“Karena pemerataan di bidang infrastruktur ini kalau betul-betul bisa kita kerjakan akan bisa memberikan rasa keadilan, rasa persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jokowi.

Petani dan nelayan juga tidak luput dari perhatian orang nomor satu di Indonesia ini. Ia berharap agar para kader PDI Perjuangan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Tanah Air.

Salah satunya dengan mengorganisir petani dan nelayan ke dalam kelompok-kelompok besar sehingga mereka akan memiliki kekuatan modal, produksi, dan pemasaran agar bisa bersaing dengan perusahaan besar di dalam maupun luar negeri.

“Kita ingin agar kader PDI Perjuangan bisa mengorganisir petani-petani dalam kelompok besar usaha gotong royong,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengatakan, demokrasi ekonomi Pancasila harus berwujud dalam suatu keputusan perencanaan pembangunan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan Indonesia Raya yang berdiri di atas kaki sendiri.

“Pembangunan berdikari merupakan perencanaan pembangunan menyeluruh ‘overall planning’ di segala bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan dan mental,” kata Megawati.

Menurut mantan Presiden RI ke-5 itu, perencanaan pembangunan harus menjadi milik dari rakyat dan dilaksanakan oleh seluruh elemen rakyat Indonesia.

“Artinya, ruang partisipasi rakyat dalam pembangunan harus dibuka lebar. Inilah yang dimaksud dengan implementasi gotong royong dalam perekonomian nasional, hakikinya rakyat selalu dilibatkan,” ujar Megawati.

Hadir dalam acara tersebut mantan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menteri Kabinet Kerja, dan para kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.