Presiden Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Rawat Persatuan dan Kerukunan

Petrus - 19 September 2018
SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan, momen Asian Games beberapa waktu lalu telah menjadi bukti bahwa persatuan dapat menjadi penopang kesuksesan para atlet menuju kesuksesan.
“Coba lihat Asian Games, ingat lho ranking ke-4. Kalau kita bisa ranking 4 itu luar biasa. Kembali lagi tak berpikir suku saya, agama saya apa. Saat itu atlet berpikir ini untuk Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo, pada Pembukaan Musyawarah Nasional Pertama Persatuan Umat Buddha Indonesia, Rabu (19/9/2018).
Menurut Jokowi, apabila semangat persatuan itu terus dijaga dan ditunjukkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan mampu melesat lebih jauh di semua bidang.
“Kalau kita bersatu, rukun, bangsa kita bisa melompat, tapi saya sering lihat energi kita habis untuk hal-hal yang enggak tentu,” katanya.
Presiden mengimbau agar persatuan harus terus dijaga, karena keragaman, kemajemukan dalam hal agama, adat, dan tradisi, merupakan anugerah dan kekayaan Indonesia.
“Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Oleh sebab itu saya mengajak pada kita semua untuk terus merawat, menjaga, persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujar Jokowi.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar masyarakat, sehingga jangan sampai kontestasi politik mengakibatkan retaknya persaudaraan.
“Sekali lagi saya perlu mengingatkan kembali, kita perlu hidup rukun, saling membantu, menolong bukan hanya untuk kelompok kita tapi untuk seluruh bangsa Indonesia,” kata Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.