Presiden Ingatkan Perwira TNI-Polri Ikuti Perkembangan Zaman

Petrus - 24 August 2018

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengingatkan para perwira TNI dan Polri untuk terus mengikuti perkembangan zaman, terutama di bidang teknologi. Menurutnya, dunia sekarang ini memasuki situasi yang dinamakan sebagai normal baru.

Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada siswa Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) dan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sespim Polri) tahun 2018 di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Terkait dengan perkembangan zaman, Jokowi kembali mengutip hasil penelitian McKinsey Global Institute yang mengatakan revolusi industri 4.0 kecepatannya 3 ribu kali lebih cepat dari revolusi industri pertama. Teknologi-teknologi baru seperti artificial intelligence, advance robotic, autonomous vehicle, 3d printing, virtual reality, cryptocurrency, dan lain-lain harus bisa diantisipasi oleh para Perwira TNI dan Polri.

“Kita tahu semua bahwa perkembangan teknologi tersebut sangat pasti. Itu juga akan dimanfaatkan untuk aksi-aksi kejahatan baik secara nasional maupun transnasional, dan itu bisa membahayakan pertahanan dan keamanan kita kalau kita tidak mengikuti,” kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan agar para Perwira TNI dan Polri tidak terjebak dengan rutinitas yang monoton.

“Inilah yang ingin saya ingatkan, betapa penting kita mengikuti terobosan-terobosan negara lain, teknologi-teknologi terbaru, sehingga membangun sebuah sistem baik di Polri maupun TNI menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara memerlukan stabilitas politik dan keamanan. Presiden juga berpesan agar segenap Perwira TNI dan Polri terus menjalankan tugasnya, sehingga kondisi politik dan keamanan bisa terus stabil.

“Tidak mungkin investasi itu akan datang ke sebuah daerah atau negara, apabila negara itu tidak stabil secara politik dan tidak aman,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa investasi merupakan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi. Selain itu, investasi juga berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh rakyat.

Presiden Jokowi menginginkan para perwira TNI dan Polri ikut menyosialisasikan program-program pemerintah yang telah dilakukan.

“Saya titip agar seluruh perwira juga ikut menyosialisasikan pada momen-momen yang memang tepat untuk menyampaikan itu,” ujar Jokowi.

Secara khusus, Jokowi menekankan pada pemerataan pembangunan yang dilaksanakan pada pemerintahannya. Menurutnya, masyarakat harus mengetahui mengapa pemerintahannya tidak hanya fokus ke pembangunan di wilayah Jawa, namun juga di pelosok-pelosok Indonesia.

“Kalau kita mau cepat menumbuhkan pergerakan ekonomi, ya bangun saja di Jawa. Cepat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, baliknya lebih cepat karena infrastruktur lebih siap dan tinggal nambah sedikit-sedikit, return politiknya juga lebih cepat, karena 60 persen penduduk itu ada di Jawa,” kata Jokowi.

“Tapi apakah itu yang akan kita lakukan? Enggak. Saya melihat bahwa negara ini dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, bukan hanya di Jawa saja. Penduduk kita tersebar dari ujung barat ke timur,” tandasnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.