Presiden Apresiasi Inovasi Industri Kopi Nasional

Petrus - 2 October 2017
Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah pelaku industri industri kopi Tanah Air (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Bogor – Presiden Joko Widodo mengapresiasi sejumlah inovasi yang dikembangkan anak bangsa terkait kebiasaan minum kopi di Tanah Air. Jika dahulu minum kopi identik dengan rutinitas para orang tua, saat ini rutinitas tersebut sudah bergeser menjadi gaya hidup para kawula muda.

Menurut Jokowi, hal ini menjadi langkah positif tersendiri bagi perkembangan industri kopi nasional. Apalagi, 5 hingga 10 tahun yang akan datang perekonomian nasional akan banyak didominasi oleh generasi muda.

“Saya kira inovasi-inovasi seperti ini yang ke depan merupakan peluang besar kita,” ujar Jokowi, di hadapan sejumlah pelaku industri kopi Tanah Air dalam acara bertajuk “Ngopi Bersama Presiden” yang digelar di teras belakang Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/10/2017) sore.

Indonesia sendiri tercatat sebagai negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Peringkat tersebut kemungkinan dapat menjadi semakin baik, mengingat masih banyaknya lahan di Indonesia yang berpotensi untuk diberdayakan sebagai lahan penghasil kopi.

“Saya kira banyak daerah-daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, termasuk di Papua, memiliki kesempatan untuk membesarkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar di dunia karena memang lahannya ada,” kata Jokowi.

Untuk mendukung momentum tersebut, Presiden berharap anak-anak muda Indonesia yang berkecimpung dalam industri kopi ini untuk tidak hanya berfokus pada proses tanam kopi semata. Menurutnya, proses-proses bisnis setelahnya harus mulai diperhatikan. Mulai dari proses pengemasan produk, pelatihan barista-barista berbakat, hingga proses penjualan melalui saluran daring.

“Saya kira ini akan lebih gampang kita masuk dan bertarung di pasar dunia,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan pentingnya para pelaku industri kopi Tanah Air untuk memperhatikan kesejahteraan para petani. Terkait hal ini, beberapa waktu belakangan Presiden mengajak para petani untuk dapat bekerja sama dan membangun sebuah kelompok besar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi mereka dalam berproduksi.

“Petani akan terangkat nilainya kalau proses bisnis itu betul-betul bisa kita kuasai,” katanya.

Presiden menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya membantu mengembangkan industri kopi Tanah Air. Pemerintah utamanya dapat berperan dari segi kebijakan industri.

“Ini kalau punya brand ya segera gitu (dieksekusi). Tidak punya modal? Beri tahu! Saya juga tidak punya, tapi bisa mencarikan gitu,” kata Jokowi.

Terakhir, Presiden juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pegiat kopi Tanah Air yang hadir dalam acara yang bertepatan dengan Hari Kopi Internasional tersebut. Menurutnya, acara tersebut memberikan timbal balik yang baik antara pemerintah dan para pelaku industri kopi.

“Saya senang bahwa ada pertemuan-pertemuan seperti ini. Saya kira sesering mungkin tukar-menukar pandangan dan mungkin tantangan-tantangan yang ada, peluang-peluang yang ada,” kata Jokowi.

Saya Cinta Kopi Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga melakukan dialog dan tanya jawab dengan para pelaku kopi Tanah Air yang hadir. Sejumlah permasalahan dan tantangan yang dihadapi para pelaku industri kopi Tanah Air didiskusikan dalam kesempatan tersebut.

Ada yang menarik dalam sesi dialog tersebut, dimana Kepala Negara mendapatkan kesempatan untuk belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Ide tersebut dilontarkan oleh Panji Surya, seorang penyandang disabilitas tuli yang merupakan putra dari dua artis senior Indonesia, Ray Sahetapy dan Dewi Yull.

Presiden pun menerima ajakan tersebut dengan senang hati. Bersama para undangan lainnya, Jokowi  belajar Bisindo yang menyatakan “Saya Cinta Kopi Indonesia”.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.