Ponorogo Terancam Tidak Mendapat Adipura

Petrus - 4 May 2018
Tumpukan sampah menggunung di TPA Mrican, Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Warga Ponorogo sepertinya harus bersabar tidak mendapatkan piala Adipura, bahkan hingga 5 tahun kedepan. Penyebab utamanya adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, dinyatakan sudah tidak layak untuk menampung sampah. Setiap hari ada 5.000 ton sampah yang dikirim ke TPA Mrican, bahkan ketinggian tumpukan sampah sudah mencapai 10 meter.

“Pengelolaannya pun hanya sampah ditumpuk tanah, seperti itu tidak layak dalam penilaian Adipura,” tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sapto Djatmiko, Kamis (3/5/2018).

Sapto mengungkapkan, agar Ponorogo bisa meraih Adipura, cara satu-satunya adalah dengan menambah luasan TPA. Rencananya pada tahun 2019 nanti, Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan membeli lahan untuk menambah luasan TPA Mrican.

“Pak Bupati sepertinya ada concern ke pembelian lahan ini, setidaknya ada 2 Hektare yang bakal dibeli dengan dana Rp. 6 sampai 9 M,” terangnya.

Sapto menambahkan, lokasi TPA baru rencananya masih berada di Desa Mrican, mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Desa Mrican yang merupakan wilayah paling cocok digunakan sebagai TPA, karena jauh dari pemukiman penduduk dan lahan non produktif.

Menurutnya, Pemkab juga memiliki lahan kosong seluas 1 Hektare, yang nantinya untuk menyambungkan tempat penampungan lama dan baru, sambil menunggu lahan baru siap digunakan.

“Setidaknya lahan tersebut bisa menampung sampah 5 tahun ke depan sebelum overload, makanya 5 tahun kedepan kita tidak bakal dapat Adipura,” ujar Sapto.

Kini untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA, Pemkab Ponorogo melakukan pembangunan beberapa rumah kompos di Kecamatan Kauman dan Kecamatan Balong. Selainj itu juga ada pengelolaan sampah mini lokal, di Keniten dan Tambakbayan.

“Soalnya beberapa kecamatan seperti Balong, Bungkal, Badegan dan Kauman, sampahnya banyak dan langsung dikirim ke TPA Mrican,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.