Ponorogo Targetkan 2020 Bebas Pasung

Yovie Wicaksono - 17 July 2018
Alat Pasung. Salah Satu Koleksi Museum Kesehatan. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Ponorogo – Tahun 2020, kabupaten Ponorogo menargetkan bebas pasung. Saat ini terdapat sekitar 20 kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung di Ponorogo. Sebelumnya, di 2013 – 2018, ada 156 kasus di Ponorogo.

“Sebenarnya untuk Jawa Timur sendiri ditargetkan 2018 bebas pasung, akan tetapi karena masih banyak kendala, di Ponorogo tahun 2018 ini masih belum habis, sehingga saya targetkan 2020 Ponorogo bebas pasung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Rahayu Kusdarini kepada Super Radio, Selasa (17/7/2018)

Dinas Kesehatan setempat sebenarnya sudah sering melakukan sosialisasi jika ODGJ yang dipasung bisa disembuhkan dan hidup normal di masyarakat. Caranya adalah dengan penanganan medis minimal selama 2 tahun pada ODGJ yang pernah dipasung.

Menurutnya, hal paling penting adalah pemahaman dari keluarga dan peran serta masyarakat sekitar agar bisa menempatkan mantan pasung sebagai masyakat biasa.

“Jika didiamkan dan dikucilkan dia akan stress lagi dan membuat gaduh nanti keluarga ambil keputusan untuk pasung lagi,” jelasnya.

Perempuan yang akrab disapa Irin ini mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini adalah pemahaman dari keluarga dan masyarakat yang berpikiran jika pasung adalah jalan satu-satunya bagi ODGJ. Banyak kekhawatiran di masyarakat jika ODGJ dilepas dari pasungan akan mengamuk dan susah untuk hidup normal dimasyrakat.

“Kita perlu pemahaman dari berbagai lintas sektor baik dari keluarga, masyarakat sekitar agar saudara kita yang dipasung ini kita upayakan untuk bisa bebas,” tuturnya.

Sementara itu, terkait belum adanya Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Ponorogo, Irin mengatakan, saat ini masih belum perlu dan mendesak, karena sampai saat ini ODGJ di Ponorogo masih bisa tertangani. Pihaknya saat ini juga sudah bekerjasama dengan RSJ di Surabaya dan Solo jika ada pasien ODGJ yang rawat jalan dan rawat inap atas rujukan dari Rumah Sakit yang ada di Ponorogo.

“Kalau dokter spesialis kejiwaan di Ponorogo sudah ada, mungkin harapannya ke depan kita upayakan ada bangsal khusus ODGJ di RSUD sehingga secara bertahap 2020 Ponorogo bebas pasung,” pungkasnya. (gs/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.