Ponorogo Siap Lakukan Pencetakan Kartu Identitas Anak

Petrus - 7 August 2018
Kepala Dispendukcapil, Vifson Suisno, menunjukkan bentuk fisik KIA (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ponorogo, menyatakan kesiapannya melakukan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) pada pertengahan tahun ini, setelah sebelumnya menyatakan belum perlu membuat KIA.

Sebelumnya, hanya 50 kota yang mendapatkan bantuan untuk pencetakan KIA pada 2016 sebagai proyek percontohan. Tahun ini ditambah menjadi 150 kota dan kabupaten, termasuk Ponorogo, yang menjalakan program KIA.

“Beberapa bulan lalu saya menyatakan dalam penerbitan dan pengesahan KIA perlu proses prosedur sarana prasarana, waktu itu belum ada anggaran, tapi setelah rakornas Juli lalu, seluruh Indonesia harus melayani KIA,” kata Kepala Dispendukcapil, Vifson Suisno, Selasa (7/8/2018).

Vifson menerangkan, jika saat ini setiap kabupaten/ kota diberi semacam bantuan untuk blanko KIA. Ponorogo juga memperoleh sumbangan sebanyak 30.000 keping blangko KIA. Bentuk fisik dari KIA sama persis dengan E-KTP, hanya saja tidak terdapat chips untuk perekaman biometrik data pengguna.

“Isinya hanya nama anak, alamat dan sebagainya, serta nomor telepon yang bisa dihubungi,” ujarnya.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 23 Juli lalu, Ponorogo sudah mulai melakukan persiapan sarana prasarana pembuatan KIA. Meski masih trial and error dan keterbatasan alat, Dispendukcapil Ponorogo akan terus melakukan perbaikan.

“Anggaran akan terus kita usulkan, minimal harus ada 2 mesin dan 2 operator, yang terdiri dari pembaca data dan printer untuk pencetakan,” tuturnya.

Vifson menjelaskan, jika kendala sebenarnya ada pada usia prioritas untuk KIA itu sendiri. Terdapat sekitar 154.000 warga Ponorogo berusia antara 0-17 tahun yang belum memiliki E-KTP, memiliki prioritas untuk membuat KIA. Saat ini, pihaknya masih akan berdiskusi dengan dinas, terkait rentang usia mana yang akan menjadi prioritas KIA.

“Yang kita perhatikan saat ini dalam pengolahan data, mana yang mempunyai hak terlebih dahulu, karena dari sekian ratus ribu tidak mungkin bisa dicetak dalam satu hari, bahkan bulan, karena kekuatan kita dalam pencetakan hanya puluhan ribu dalam setahun,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.