Ponorogo Siaga, Ada 18 Titik Alami Kekeringan

Petrus - 19 May 2018
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Memasuki musim kemarau, sejumlah tempat di Kabupaten Ponorogo mewaspadai ancaman kekeringan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyebutkan ada 18 titik dari 12 desa, yang diperkirakan mengalami kekeringan mulai bulan Juni nanti.

“Meski sekarang belum mengalami kekeringan, kami harus bersiap dengan mengacu data tahun 2016 dan 2017,” tutur Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Sabtu (19/5/2018).

Setyo Budiono mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan pada tahun ini akan berakhir pada bulan April.

“Bahkan awal Mei kemungkinan sudah ada yang kekeringan, seperti di Dusun Trenceng, Kecamatan Jenangan,” ujarnya.

Setyo Budiono menerangkan, terdapat 18 titik yang tersebar di 12 desa mengalami kekeringan, seperti di Kecamatan Slahung yang akan mengalami kekeringan di Desa Duri, Dusun Jenggring, Dukuh Banyuripan, Dukuh Tlogo, Desa Tugurejo, Dukuh Krajan, Desa Kambeng, Dukuh Tulakan dan Panggang.

Sedangkan di Kecamatan Mlarak, akan ada kekeringan di Desa Suren dan Dusun Gunting. Kecamatan Jenangan, kekeringan diperkirakan terjadi di Desa Mrican, Dusun Trenceng dan Dukuh Minong. Sementara untuk Kecamatan Sampung ada di Desa Tulung dan Dusun Tulung.

Kecamatan Pulung terdapat di Desa Karangpatihan dan Dukuh Jurugan. Kecamatan Badegan ada di Desa Dayakan dan Dukuh Ngemplak. Kecamatan Balong ada di Desa Ngendut, Dukuh Puhgading, Desa Pandak, dan Dukuh Kates.

“Untuk mengatasi kekeringan, BPBD pertama mengacu data-data daerah rawan kekeringan, kedua menyiapkan armada, dan ketiga memeriksa keadaan tandon penampung air di masing-masing wilayah,” imbuhnya.

Namun BPBD mengakui mengalami kesulitan di lapangan, yakni jarak tempuh yang jauh serta akses jalan yang menanjak untuk membawa air bantuan. Ia pun mengimbau warga yang mengalami kekeringan segera melapor ke BPBD, agar segera bisa dilakukan dropping air.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.