Ponorogo Perangi Tuberkulosis

Yovie Wicaksono - 24 March 2018
Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini , Saat Memberikan Keterangan Pers, Jumat (23/3/2018). Foto : (Super Radio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia, yang jatuh pada 24 Maret, Ponorogo tegaskan siap perangi TB. Pasalnya,jumlah penderita TB di Ponorogo semakin tahun meningkat.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat, tahun 2016 ada 814 pasien TB dan meningkat menjadi 977 pasien TB di tahun 2017. Peningkatan ini dipicu banyaknya pasien TB yang tidak tuntas saat menjalani pengobatan.

“Pengobatan yang seharusnya berjalan selama 6 bulan terkadang pasien menghentikan pengobatan pada bulan ketiga karena merasa baikan, padahal itu salah,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini saat ditemui di Alun-Alun Ponorogo, Jumat (23/3/2018).

Perempuan yang akrab dipanggil Irin ini menambahkan jika penderita TB tidak tuntas menjalani pemeriksaan dipastikan pasien TB tersebut menjadi kebal obat. “Malah pengobatannya pun jadi lama dua tahun,” jelasnya.

Di Ponorogo, saat ini ada tujuh pasien TB kebal obat, tiga pasien tahun 2016 dan empat pasien tahun 2017. Pasien TB kebal obat ini tersebar di enam Kecamatan Ponorogo, yakni di Puskesmas Kecamatan Sukorejo, Babadan, Jambon, Jenangan, Balong dan Jetis.

“Pasien TB kebal obat ini justru berbahaya, karena yang ditulari pun nantinya juga penderita TB kebal obat juga,” ujar Irin.

Irin pun memperkenalkan gerakan 115, dimana gerakan ini jika ditemukan satu penderita TB maka 15 orang disekitarnya juga harus diperiksa karena khawatir tertular. “Kalau ada satu orang positif TB, maka 15 anggota keluarga di lingkungannya juga harus diperiksa,” terang Irin.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno menambahkan guna mengantisipasi penularan penderita TB, warga dihimbau untuk selalu memakai masker ditempat-tempat tertentu, terutama di pasar atau pusat perbelanjaan serta tempat umum lainnya.

“Ini untuk menghindari kita tertular virus, kita harus mengenakan masker. Meski tidak lazim, harus sudah mulai dibiasakan,” ujar Soedjarno.

Soedjarno juga menegaskan agar warga peduli hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. Melalui peringatan hari TB se-dunia ini, Soedjarno  menghimbau warganya untuk ikut serta berperan aktif memeriksakan keluarganya yang dicurigai TB.

“Target nasional Indonesia bebas TB tahun 2035, kita harus mendukung penuh cita-cita nasional ini,” pungkasnya.(gs/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.