Ponorogo Dilanda Banjir, BPBD Distribusikan Bantuan

Petrus - 30 November 2017
Pekarangan rumah warga Ponorogo yang tergenang banjir (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Kabupaten Ponorogo diguyur hujan lebat selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu (28-29/11/2017). Akibat hujan lebat itu, beberapa kawasan di Ponorogo menjadi banjir, seperti di Kelurahan Paju di Kecamatan Ponorogo, Desa Prengguk dan Desa Tatung di Kecamatan Balong, dengan ketinggian banjir mencapai 70 cm.

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Ponorogi menyebabkan 75 warga Kelurahan Paju harus mengungsi ke masjid Agung Ponorogo, mengingat ketinggian air terus meningkat akibat hujan yang tak kunjung berhenti.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan, pihaknya telah melakukan pendistribusian bantuan untuk para pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik seperti makan, selimut dan alas tidur.

“Kami sudah pantau kondisi pengungsi yang ada di masjid Agung, kami perhatikan kebutuhannya, semoga ini cepat berakhir,” tutur Setyo.

Keputusan warga mengungsi, setelah ketinggian banjir terus naik, dan menggenangi rumah warga. Namun sejak Rabu, beberapa kawasan yang banjir sudah mulai ada yang surut.

“Kalau Desa Tatung ada yang masuk ke rumah warga, tapi paling banyak areal persawahan,” jelasnya.

Banjir kali ini, kata Setyo, disebabkan naiknya debit air sungai yang tidak sebanding dengan daya tampung air. Hujan deras sehari semalam menyebabkan tanggul di Desa Tatung, tepatnya jalan Gatut Kaca mengalami jebol dengan lebar 5 meter. Namun demikaian, BPBD Ponorogo telah berupaya melakukan normalisasi di beberapa sungai dan juga selokan.

“Beruntung hujan hari ini berhenti dan banjir mulai surut meski masih setinggi 50 cm,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Paju, Imam Iswaji menuturkan, pihaknya memutuskan mengungsikan istri dan anaknya ke masjid Agung, karena khawatir dengan kondisi keselamatan mereka.

“Ini paling parah dibandingkan tahun 2007 lalu, disini soalnya pertemuan sungai Badegan dan Slahung jadi sering banjir,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.