Polres Kediri Kota Gandeng Komika Sosialisasi Tertib Lalu Lintas

Wawan Gandakusuma - 18 February 2019
Komika Dodit Mulyanto (berbaju putih) saat menghibur di acara sosialisasi tertib berlalu lintas, di Kota Kediri, Minggu (17/2/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR,Kediri – Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Kediri, Jawa Timur terbilang cukup tinggi. Polres Kediri Kota mencatat, sebesar 60 persen kecelakaan melibatkan pengendara usia muda. Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi, menilai jumlah itu cukup besar. Ia mengingatkan, agar generasi muda lebih berhati-hati dalam berkendara.

“Kalau di Kota Kediri tahun 2018, dari 612 kejadian 412 melibatkan generasi milenial. Artinya apa, lebih dari 60 persen generasi milenial yang terlibat kecelakaan. Tahun 2018 jumlah yang meninggal mencapai 89 orang, ini cukup banyak. Ini perlu kita ingatkan,” ungkap Kapolresta Kediri.

Salah satu upaya Polresta Kediri guna menekan tingginya angka kecelakaan oleh generasi muda, diantaranya menggelar kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Millennial Road Safety Festival”. Kegiatan ini dikemas dengan format acara jalan sehat, yang melibatkan ribuan pemuda dan pelajar.

Agar pesan yang disampaikan tepat sasaran, Polres Kediri Kota menggandeng artis stand-up comedy (komika) dari Blitar, Dodit Mulyanto. Selain untuk menghibur, Dodit Mulyanto juga menyelipkan ajakan untuk tertib berlalu lintas.

“Jadi kalau berkendara, lampu riting kiri ya harus belok ke kiri, ke kanan ya harus belok ke kanan.” serunya.

Anthon Haryadi kembali menambahkan, pihaknya memang sengaja mengundang Dodit Mulyanto, karena saat ini stand-up comedy sedang digandrungi oleh kaum milenial.

“Maksudnya tadi ya sosialisasi safety riding. Kita menggunakan pendekatan yang lebih santai yang bisa diterima kaum milenial melalui joke-joke segar dari komika. Harapannya agar menjadi perhatian bagi generasi milenial,” papar Kapolresta, Minggu (17/02/2019), di Balai Kota Kediri.

Setelah acara “Millennial Road Safety Festival” digelar, rencananya Unit Lantas Polres Kediri Kota akan melanjutkan sosialiasi ke sekolah-sekolah, pondok pesantren, perguruan tinggi dan sejumlah perusahaan.

“Kontinyu terus kita lakukan sampai dengan tanggal 31 Maret. Untuk tingkat Jawa Timur sendiri puncaknya akan dilakukan kegiatan seperti ini di Suramadu, Surabaya.” tandas Anthon Haryadi. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.