Polres Kediri Gandeng DMI Perangi Hoax

Petrus - 11 March 2018
Polresta Kediri bersama DMI sepakat tangkaperita hoax yang beredar di masyarakat (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Polres Kediri Kota menggandeng Dewan Masjid Indonesia Kota Kediri memerangi berita bohong atau hoax, serta menangkal paham radikalisme. Bentuk komitmen ini diwujudkan dalam pada acara Focus Grup Discussion serta pernyataan sikap deklarasi bersama anti Hoax dan Radikalisme, yang dilaksanakan di Kantor Polres Kediri Kota.

Menurut Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, diharapkan nantinya takmir masjid dapat menjalankan peranya untuk menyampaikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat, terutama fokus pada berita hoax dan radikalisme.

“Kita sama-sama mendeklarasikan bahwa kita anti hoax dan anti radikalisme,” ujar AKBP Anthon Haryadi.

Diadakanya kegiatan ini untuk menyikapi maraknya berita hoax yang ada di media sosial, terutama isu mengenai penyerangan terhadap tokoh agama atau ulama.

“Ternyata dari 44 pengaduan, hampir semuanya hoax. Ada tiga kasus, memang ada penganiayaan tapi tidak seperti itu. Itu sifatnya spontan dan ini sudah disampaikan oleh bapak Kapolri,” ujarnya.

Untuk mengatasi isu hoax, Kapolresta Kediri menghimbau kepada masyarakat agar mengecek kebenaran informasi yang diterima, dan tidak terburu-buru membagikan atau meneruskan ke orang lain.

“Jangan mudah menshare informasi yang belum jelas kebenaranya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah tabayun terlebih dahulu atau klarifikasi, dan masyrakat diharapkan tidak terpengaruh dengan berita hoax.

“Kadang-kadang kita lebih terpengaruh dan percaya dari berita itu, sehingga perlu ada tabayun atau klarifikasi,” kata KH Abu Bakar Abu Jalil.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.