Polemik Tagar Ganti Presiden, Masyarakat Dihimbau Utamakan Persatuan

Yovie Wicaksono - 6 September 2018
SR, Kediri – Polemik tagar ganti presiden 2019 yang ramai di media sosial yang merambah ke tengah masyarakat secara nyata dinilai Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iakandar sebagai hal yang tidak perlu.
Menurut Muhaimin, baru-baru ini dua tokoh yang maju sebagai bakal calon Presiden yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto, telah menunjukkan sikap saling menghormati yang harus dijadikan contoh oleh pendukung keduanya.
“Apa pun itu, toh ujung-ujungnya Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Kalau dua beliau Pak Jokowi dan Pak Prabowo berangkulan, maka semua harus berkompetisi secara bersahabat, kekeluargaan. Tetap mengedepankan dinamika politik yang membahagiakan,” gerang Muhaimin, saat mendampingi KH Ma’ruf Amin pada kunjungan ke Ponpes Lirboyo, Kediri.
Menurutnya, masyarakat yang ada di bawah harus bisa menahan diri, dengan tidak melakukan provokasi yang dapat menimbulkan perpecahan. Ia berharap, dengan kondisi seperti ini semua persoalan dapat dapat diselesaikan dengan sendirinya di tingkat bawah tanpa harus melibatkan aparat.
Muhaimin menjelaskan, alat negara hadir ketika situasi dalam keadaan genting atau darurat, dimana terjadi konflik horizontal. Namun untuk saat ini, hal itu masih belum diperlukan karena kondisi masih kondusif.
“Alat negara muncul bila ada ancaman dan konflik horizontal, karena itu jangan sampai melibatkan aparat. Masyarakat harus menahan diri dengan menjaga keakraban, tidak membuat provokasi yang dapat mengakibatkan perpecahan,” ujarnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.