Pohon Natal Kukusan, Semarakkan Hari Raya Natal di UK Petra

Petrus - 16 December 2017
Pohon Natal dari Kukusan dipajang di Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya (foto : Humas UK Petra)

SR, Surabaya – Setiap mendekati Hari Raya Natal, Kampus Universitas Kristen Petra Surabaya selalu menghadirkan pohon natal unik sebagai hiasan sekaligus penyemarak Natal. Tahun 2017 ini, Kampus UK Petra memajang Pohon Natal Kukusan setinggi 6,75 meter, di gedung Radius Prawiro lantai 6, Perpustakaan UK Petra hingga 15 Januari 2018.

Pohon Natal yang dibuat dari 875 kukusan ini dihias dengan berbagai hiasan dan lampu natal warna-warni, yang didominasi warna hijau dan merah.

“Dengan hadirnya pohon natal kukusan ini mengingatkan para pengunjung akan peristiwa kelahiran Kristus, yang senantiasa harus disyukuri dengan menyembah Sang Juru Selamat yang rela lahir menjadi manusia untuk menyelamatkan umatNya. Sebagaimana kukusan yang melambangkan tangan yang sedang menyembah”, papar Dian Wulandari, Kepala Perpustakaan UK. Petra.

Menurut Dian, Natal kali ini Kampus UK Petra mengangkat konsep lokal sekaligus menghadirkan kembali semangat natal yang selalu baru pada pengunjung di Perpustakaan.

“Saya memberikan konsep ide ini lalu pembuatannya direalisasikan oleh dosen luar biasa UK Petra, yang dimulai sejak bulan lalu. Pohon natal ini terdiri dari kukusan kecil, sedang hingga besar,” imbuh Dian.

Kukusan merupakan alat memasak nasi pada masa lalu, sebelum adanya peralatan masak modern seperti rice cooker.

Kukusan juga sering dipakai untuk membuat atau mencetak tumpeng, dimana tumpeng dibuat sebagai ucapan syukur kepada Tuhan saat masyarakat melakukan syukuran atau selamatan, untuk memperingati peristiwa kehidupan yang dialami oleh seseorang atau masyarakat, terutama di Jawa, Bali dan Madura.

Pohon Natal Kukusan ini kata Dian, mengingatkan pada Kelahiran Yesus yang harus selalu disyukuri, dengan senantiasa menyembah Sang Juru Selamat yang rela menjadi manusia untuk menyelamatkan umatNya.

“Seperti kukusan yang melambangkan tangan menyembah serta untuk membersihkan diri dari segala kotoran-kotoran duniawi, sehingga menjadi manusia yang bersih seperti nasi yang dihasilkan oleh kukusan yang tersaring dan bebas dari zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh. Sehingga kehidupan kita dapat berguna bagi sesama dan memuliakan nama Tuhan,” pungkas Dian.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.