Petugas PPK-PPS Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Surabaya

Fena Olyvira - 28 January 2019
Petugas PPK-PPS Gelar Simulasi Pemungutan Suara Secara Tertutup di Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/1/2019). Foto : (Antara)

SR, Surabaya – Ratusan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) menggelar simulasi pemungutan suara secara tertutup atau tidak untuk umum menjelang Pemilu 2019 di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/1/2019).

“Kegiatan ini inisiatif dari PPK dan PPS karena mendengar bahwa pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 cukup kompleks,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi kepada Antara saat memantau simulasi pemungutan suara di kantor Kecamatan Gunung Anyar.

Untuk itu, lanjut dia, petugas PPK dan PPS harus betul-betul memahami mekanisme dan prosedur yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersadarkan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS.

“Terkait penghitungan suara kami masih merujuk ke PKPU 19/2014. Tapi itu tidak ada masalah karena ini proses pendidikan internal bukan untuk konsumsi publik. Artinya simulasi ini bukan sosialisasi yang menjadi rujukan publik,” katanya.

Menurut Nur Syamsi, dengan adanya simulasi ini, petugas PPK dan PPS menginginkan agar pekerjaannya tersebut betul-betul mendekati sempurna sehingga pada saat pelaksanaan pemungutan suara tidak ada kesalahan.

“Jadi mereka hari ini belajar bagaimana proses yang ada di TPS, melayani pemilih sebagaimana mestinya. Misalnya pemilih yang datang harus dicek C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih) sama identitasnya. Kalau terdaftar di DPT maka pemilih menyertakan identitas,” katanya.

Soal kebanyakan masyarakat yang masih belum memahami teknis pemungutan suara, Nur Syamsi mengatakan sebelum pihaknya menjelaskan ke publik, maka perlu belajar terlebih dahulu.

“Belajar pertama yang perlu dilakukan yakni bagaimana cara melipat dan membuka kertas surat suara. Begitu juga penanganan jika ada surat suara yang rusak. KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di TPS harus memahami itu semua,” katanya. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.