Petugas Gabungan di Kediri Temukan Armada Bus Tidak Layak Operasi Saat Mudik Lebaran

Petrus - 11 June 2018
Tim gabungan di Kediri melakukan pemeriksaan kesiapan dan kelayakan armada bus untuk mudik Lebaran (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Petugas gabungan dari Kementrian Perhubungan, Polres Kediri Kota, dan Badan Narkotika Nasional, melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan armada Mudik Lebaran dan kesehatan sopir bus di Terminal Type A Kelurahan Temanan, Kota Kediri.

Dalam kegiatan menjelang Mudik Lebaran ini, petugas menemukan sejumlah sopir bus yang diketahui menderita hipertensi dan penyakit jantung. Saat menjalani pemeriksaan, kondisi fisik para sopir ini memang terlihat masih prima, namun ketika dilakukan tes kesehatan ternyata tekanan darah cukup tinggi.

“Kebanyakan tensinya tinggi, terus ada lagi sopir yang usianya sudah lanjut sekitar 68 tahun, tetapi masih saja ikut trayek jurusan Surabaya-Trenggalek. Bahkan diantaranya menderita penyakit jantung,” ujar Nurul, Tim Medis Polres Kediri Kota, Minggu (10/6/2018).

Kondisi kesehatan seperti itu, kata Nurul, dikhawatirkan dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan perjalanan.

“Ya otomatis untuk keselamatan penumpang. Bagi sopir yang menderita hipertensi harus minum obat secara teratur. Istirahatnya dijaga,” lanjutnya.

Selain pemeriksaan tensi darah, juga dlakukan tes urine yang dilaksanakan BNN Kota Kediri, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba selama Mudik Lebaran.

Kordinator Terminal Tipe A Kota Kediri, Masnun mengatakan, selama pelaksanaan bulan suci Ramadhan hingga mendekati Lebaran, pihaknya telah melakukan pelarangan terhadap sejumlah armada bus untuk beroperasi mengangkut penumpang. Ada empat armada bus AKDP yang dipulangkan karena tidak layak beroperasi, diantaranya jurusan Kediri-Nganjuk dan Kediri-Malang.

“Kita melaksanakan Ram Cek, sudah lama. Ada sejumlah kendaraan yang tidal layak operasi, 4  kita pulangkan,” kata Masnun.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.