Petani Ponorogo Tanam Bunga ini untuk Cegah Hama dan Tingkatkan Hasil Panen Padi

Petrus - 2 March 2018
Petani di Ponorogo menanam bunga Keningkiran di pematang sawah sebagai pencegah hama (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Siapa sangka bunga yang berjajar rapi di tepi jalan bisa mengusir hama tanaman padi, yang berada di Dusun Jajal, Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Bunga yang dikenal warga dengan nama bunga Keningkiran ini berwarna kuning terang, dan mengeluarkan bau yang kurang sedap ketika baru mulai mekar.

Bunga yang termasuk tanaman Refugia atau tanaman yang berfungsi sebagai habitat organisme pengganggu tanaman (OPT) jumlahnya mencapai ribuan.

Hartono merupakan salah satu petani yang menanam Keningkiran di pematang sawahnya. Dia sebelumnya mendapatkan tanaman ini ketika ada Sekolah Lapang dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Bibit yang diberi secara cuma-cuma ini sekarang sudah memenuhi jalan desa yang berada di pinggir sawah.

“Awal pertama menanam saya sempat ragu kalau bunga ini benar-benar bisa mengusir hama pada padi,” terangnya, Jumat (2/3/2018).

Dia menjelaskan, pada mulanya hanya ada 15 petani yang mau menanam bunga ini di pematang sawahnya, padahal satu kelompok Gapoktan ada 40 orang petani. Seiring berjalanannya waktu, petani yang sudah mengaplikasikan bunga dengan nama latin Tagetes erecta ini mengalami kenaikan hasil penan, sehingga seluruh anggota Gapoktan Mukti Tani sekarang ramai-ramai menanamnya.

“Karena yang menanam bunga ini hasil panen bisa meningkat sampai 20 persen, sekarang sudah hampir seluruh petani ikut menanam bunga ini,” tuturnya.

Untuk penyemprotan rutin menggunakan pestisida pun, menurutnya mengalami banyak penurunan, sehingga bisa menekan biaya tanam. Bahkan untuk petani organik sangat dianjurkan untuk menanam bunga ini di pematang sawahnya.

“Biasanya kami petani jika padi sudah mulai berbulir, penyemprotan bisa sampai 4 kali, sekarang cukup sekali sebagai antisipasi,” jelasnya.

Hartono menerangkan, bahwa cara menanam bunga ini sangatlah mudah. Bunga yang sudah kering kemudian dijadikan benih dan ditabur ketika awal musim tanam. Ketika padi sudah mendekati untuk berbulir, maka bunga sudah mekar dan bisa menghalau hama.

“Jadi bunga ini berfungsi untuk mengecoh hama, jika biasanya OPT padi bersarang dan bertelur di tanaman padi. Dengan adanya bunga ini maka akan berpindah ke sini (bunga), dan akan mati ketika ada predator yang menyerang atau karena terperangkap,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.