Petani di Banyuwangi Mampu Produksi 3.000 Sak Pupuk Organik

Petrus - 10 December 2017
Pupuk organik produksi Joko Supriono siap kirim ke petani di Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Kenaikan harga pupuk di Banyuwangi, tidak mempengaruhi petani yang mempergunakan pupuk organik. Hal ini karena hampir setiap bulannya, petani pupuk di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi mampu memproduksi 3.000 sak pupuk siap kirim.

Joko Supriono, salah satu petani asal Desa Sumbersari, Kecamatan Srono yang tergabung dalam Kelompok Tani Agro Lestari mengatakan, dirinya bersama rekan petani yang lain setiap hari mampu memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan. Dengan modal yang minim, petani dapat meraup untung yang lumayan. Setiap bulannya, para petani ini sanggup mengirim 3.000 sak pupuk untuk memenuhi kebutuhan di Banyuwangi maupun ke berbagai daerah di luar kota.

Joko menambahkan, rata-rata produksi pupuk dibuat berdasarkan pesanan. Saat ini, harga cabai sedang mengalami penurunan harga. Akan tetapi, hal itu masih belum mempengaruhi produksi pupuknya.

“Alhamdulillah mas, produksi pupuk masih berjalan lancar meski harga cabai mengalami penurunan harga,” akunya.

Pupuk organik buatannya dapat dipakai untuk memupuk tanaman lainnya. Jadi, ketika harga cabai merosot, petani bisa memanfaatkan pupuknya itu untuk tanaman lainnya seperti tanaman sayuran serta palawija. Dari usaha ini, Joko mampu meraih keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.