Petani dan Sopir Truk Tebu Aksi Mogok Tolak Gula Impor dan PPN 10 Persen

Petrus - 24 August 2017
Sejumlah truk pengangkut tebu di parkir di akses jalan menuju Pabrik Gula Pesantren, Kota Kediri, pada aksi mogok menolak gula impor dan PPN 10 persen (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah petani dan sopir truk tebu melakukan aksi mogok bongkar muatan tebu. Aksi mogok dilakukan dengan memarkir truk di pinggir jalan akses menuju Pabrik Gula Pesantren, Kota Kediri, Kamis (24/8/2017).

Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk protes dan ketidakpuasaan terhadap kebijakan pemerintah, yang telah memberlakukan pajak gula sebesar 10 persen.

“Aksi hari ini, kita parkir kendaraan tebu seluruh Jawa, dilaksanakan mulai dari Banyuwangi hingga Jawa Barat,” kata Suprayitno, Ketua APTRI (Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia) Kediri.

Disamping itu, mereka juga meminta supaya pemerintah melakukan memoratorium terhadap gula impor. Menurut Suprayitno, peredaran gula impor bagi petani tebu sangat memberatkan, karena harga gula impor lebih murah dibandingkan dengan harga gula lokal.

“Gula impor lebih murah harganya. Jika pasar dibanjiri gula impor, otomastis gula produksi dalam negeri tidak laku,” ujarnya.

Aksi hari ini merupakan awal dari rentetan unjuk rasa selanjutnya, yang menurut rencana akan dilaksanakan di Jakarta pada tangal 28 Agustus mendatang. Perwakilan petani dari Jawa Timur nantinya akan berangkat ke Jakarta sebanyak kurang lebih 3 ribu petani.

Ribuan massa nantinya akan dibagi untuk mendatangi beberapa titik lokasi, diantaranya Istana Negara, kantor Menteri Keuangan, kantor Menteri Perdagangan, serta ke kantor Kementerian BUMN.

“Tuntutan kita, agar gula ini dimasukkan kelompok barang yang bersifat strategis, sehingga tidak kena pajak pertambahan nilai atau PPN 10 persen. Dampak adanya PPN sangat berat sekali,” ujarnya.

Pemberlakukan pajak gula sebesar 10 persen diperkirakan sudah dilaksanakan sejak Juli kemarin. Supriyanto mengaku, para petani gula sudah satu bulan ini tidak melakukan lelang gula, karena tidak ada pembeli.(fl/sr)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.