Perhutani Kediri Minta Warga Waspadai Tanah Retak dan Bergeser

Petrus - 4 April 2017
Kepala Perhutani KPH Kediri, Maman Rosmantika (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah titik di kawasan Perum Perhutani KPH Kediri, berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Kepala Perum Perhutani KPH Kediri, Maman Rosmantika mengatakan, bencana tanah longsor disebabkan oleh kondisi tanah yang keadaannya retah dan bergerak.

Pemetaan kawasan yang dilakukan, Perum Perhutani KPH Kediri telah mengidentifikasi lokasi pergeseran atau keretakan tanah yang dimaksud. Untuk wilayah Trenggelak, didapati ada empat desa yang memiliki kondisi tanah retak, yakni Desa Prambon Kecamatan Tugu, Desa Depok Kecamatan Bendungan, Desa Parakan serta Desa Ngelinggis.

Sementara untuk wilayah Tulunganggung, juga ditemukan kondisi tanah yang retak, seperti di Desa Kradenan Kecamatan Pager Wojo. Bahkan karena kondisi karetakan tanahnya yang dianggap cukup parah, BPBD Kediri diminta memasang sistem peringatan dini atau early warning system.

“Masyarakat yang tinggal diarea tersebut sudah mendapat pernah mendapat pelatihan tanggap darurat siaga bencana,” kata Maman.

Maman Rosmantika mengatakan, Perum Perhutani KPH Kediri hingga kini belum menemukan kondisi tanah yang mengalami keretakan di wilayah Kediri, namun hanya tanah yang mengalami pergeseran.

“Untuk wilayah Kabupaten Kediri, diketahui ada beberapa desa yakni Desa Petung Roto, Desa Blimbing Kecamatan Mojok, serta Desa Klepuh Kecamatan Banyakan,” lanjut Maman.

Khusus untuk Desa Blimbing Kecamatan Mojo, peristiwa longsor pernah terjadi disana beberapa waktu lalu dan mengakibatkan sejumlah penduduk akan direlokasi atau dipindah tempat tinggalnya.

Bencana serupa juga terjadi di Desa Klepuh Kecamatan Banyakan. Imbas terjadinya longsor berskala kecil itu mengakibatkan banjir bandang hingga menewaskan dua orang.

“Kalau kondisi sekarang, tegakan tanahnya sebenarnya bagus,” imbuh Maman.

Perum Perhutani KPH Kediri menghimbau kepada warga, agar lebih berhati hati dalam bercocok tanam, dengan memilih tanah yang kondisinya datar sebagai antisipasi bila bencana terjadi.

Maman menyarankan warga menanam jenis tanaman buah-buahan yang berakat kuat, di daerah yang rawan terjadi longsor, seperti pohon durian, kemiri, trembesi serta bambu.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.