Pergerakan Debu Vulkanik Gunung Agung Belum Terpantau di Satelit Himawari

Petrus - 1 October 2017
Pantauan dari satelit Himawari, pergerakan debu vulkanik gunung Agung masih belum terlihat, sehingga masih relatif aman untuk jalur penerbangan (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

bmSR, Banyuwangi – Meskipun kondisi gunung Agung masih dinyatakan level Awas oleh PVMBG, namun pergerakan debu vulkanik dari gunung tersebut masih belum terpantau oleh satelit Himawari.

Prakirawan pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Dita Purnamasari menjelaskan, pergerakan debu vulknanik gunung Agung yang belum terlihat menandakan gunung di Pulau Bali ini masih belum erupsi. Sehingga belum membahayakan bagi penerbangan di wilayah Bali maupun di Banyuwangi.

“Jika sudah terpantau oleh satelit Himawari, maka kami akan merekomendasikan kepada pihak otoritas bandara untuk segera membuat peringatan kepada semua maskapai penerbangan,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Dita, pihak BMKG hanya bisa merekomendasikan kepada otoritas bandara. Namun yang berhak mengatur boleh tidaknya maskapai untuk terbang, adalah pihak otoritas bandara.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mempercayai berita-berita bohong tentang gunung Agung. Sebelum ada pernyataan resmi dari PVMBG, BNPB maupun dari BMKG, kondisi gunung Agung masih dinyatakan belum meletus,” ujarnya.

Sementara itu, data resmi dari BMKG Banyuwangi pada hari Minggu (1/10/2017), arah angin di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya dari Tenggara menuju Selatan. Sedangkan tinggi gelombang untuk selat Bali berkisar antara 0,3 hingga 1 meter. Sedangkan untuk tinggi gelombang di wilayah Banyuwangi bagian Selatan masih relatif tinggi yakni lebih dari 2 meter.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.